Senin, 15 Rabiul Akhir 1442 H | 30 November 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Gubernur Riau, Syamsuar ketika meninjau Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Pekanbaru-Tim medis covid-19 Provinsi Riau, saat ini masih memakai satu alat pemeriksan sample swap pasien dalam pemeriksaan (PDP) Polymerase Chain Reaction (PCR), milik Pemprov Riau melalui APBD Riau 2020, yang berada di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad. 

Dalam beberapa minggu ini, alat PCR di RSUD Arifin Ahmad ini sudah mengambil sample sebanyak 1.021 sample. Dan yang sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 612 sample, dengan jumlah pasien yang positif sebanyak 6 pasien.

“Sample yang sudah dilakukan pemeriksaan dan tau negatif atau positifnya itu sebanyak 612 sample. Yang positif 6 orang selebihnya 606 pasien lainnya dinyatakan negatif, dan sudah boleh pulang jika dua kali hasil samplenya negatif,” jelas Kadiskes Riau, Mimi Yuliani Nazir. 

Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan, saat ini ada tiga alat PCR di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad. Namun dua alat PCR lagi dari Dinas Peternakan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Pekanbaru, masih perlu kelengkapan pemasangan alat lainnya. 

“Yang dipakai saat ini masih PCR yang kita beli dari pengadaan, dan dimaksimalkan itu dulu. Sedangkan PCR dari dinas peternakan, masih ada alat regennya terbatas. Tidak semua regen masuk ke alat itu. Regen itu alat yang akan bereaksi denhan sample atau bahan kimianya. Kalau yang dari balai POM, masih ada alat yang diperlukan baru bisa di operasional,” jelas Mimi.

Dijelaskan Mimi, untuk satu putaran alat PCR tersebut menghasilkam 60 sample. Dimana sebelumnya dilakukan proses ekstrasi atau pemisahan sample di lab Kimia, dan baru dilakukan pemutaran melalui PCR. 

“Jadi petugas kita saat ini sudah mulai beradaptasi terhadap pekerjaan di lab PCR. Tentu dalam satu dua minggu ini dalam tahap adaptasi. Sekarang sudah mulai adaptasi, tapi yang bekerja di laboratorium ini semua berkompeten. Jadi yang membuat lama itu melakukan ekstrasi atau pemisahan sample pasien,” jelas Mimi. 

Selanjutnya jika dua alata PCR dari Dinas Peternakan dan Balai POM sudah lengkap, maka sample pasien yang masuk akan semakin cepat diketahui. Dan akan menghemat APD, termasuk mempercepat pasien yang pulang.

“Mudah-mudahan kelengkapan dua alat PCR ini bisa cepat selesai. Tentu pasien yang ada di rumah sakit sekarang, bisa lebih cepat mengetahui hasilnya dan bisa pulang lebih cepat, kita juga bisa menghemat APD,” kata Mimi. (MCR/JI)

Video

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Berita Terkait

BPBD Riau: Banjir Kampar Diprediksi pada Desember-Januari

Kamis, 26 November 2020 | 13:51:18 WIB

Wagubri Serahkan PGRI Award untuk Guru Guru Berprestasi 

Kamis, 26 November 2020 | 13:48:34 WIB

Gubri: Pemprov Riau Akan Mempercepat Proses Tender Proyek

Rabu, 25 November 2020 | 13:22:57 WIB

Dalam Catatan BPBD Riau, 3 Daerah di RiauTerpapar Banjir

Selasa, 24 November 2020 | 12:13:07 WIB

BPBD Riau: Banjir di Pelalawan Terus Dipantau

Ahad, 22 November 2020 | 18:34:21 WIB

Petugas Bandara SSK II Temukan 6.594 Butir Ekstasi

Sabtu, 21 November 2020 | 19:10:26 WIB