Kamis, 13 Rabiul Awwal 1442 H | 29 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yopi

PEKANBARU - Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yopi meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait ditetapkannya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Riau di Pekanbaru sebagai lokasi karantina mahasiswa Riau dari luar negeri. Pasalnya, lokasi tersebut berada di pusat kota Pekanbaru.

"Jadi masyarakat tidak perlu takut, virus ini tidak bisa menular melalui udara. Virus ini hanya bisa menular melalui percikan dahak, kemudian kontak langsung seperti bersalaman," kata dr Yopi, Selasa (5/5/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, meskipun lokasi karantina berada ditengah kota dan dekat dengan pemukiman warga. Selama masa karantina para mahasiswa tersebut akan ditempatkan disatu ruangan dan mereka dijaga.

"Para mahasiswa tersebut akan dijaga oleh Satpol PP dan dipantau secara berkala kondisi kesehatannya oleh tim medis. Jadi tidak akan keluar sebelum masa karantina selesai," ujarnya.

Jika pada masa karantina selama 14 hari, para mahasiswa tersebut tidak menunjukkan gejala seperti penderita virus corona. Maka mereka akan dipulangkan, namun jika bergejala maka akan langsung dirawat dirumah sakit terdekat.

"Instalasi kesehatan di Riau sudah siap untuk melakukan perawatan terhadap para mahasiswa tersebut jika nantinya ada yang terinfeksi virus corona," sebutnya.

Sebelumnya, Kepala dinas kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir saat konferensi pers perkembangan kasus positif corona di Riau diposko gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Riau, Senin (4/5/2020). menjelaskan, untuk kepulauan para mahasiswa tersebut, Pemerintah provinsi Riau masih menunggu maskapai penerbangan.

Total 13 mahasiswa Riau yang kuliah di luar negeri sudah ada di Jakarta. Untuk kepulangan ke Riau, masih menunggu pesawat, ke 13 mahasiswa tersebut lima diantaranya adalah mahasiswa yang berkuliah di Malaysia dan delapan orang yang berkuliah di Arab Saudi.

"Setelah sampai di Riau, para mahasiswa tersebut nantinya akan dikarantina selama 14 hari di Balai Diklat BPSDM Riau yang ada di Pekanbaru. Selama masa karantina, mereka akan diawasi oleh tim kesehatan dan satpol PP. Jika tidak menunjukkan gejala seperti penderita virus corona, maka akan dipulangkan. Namun jika ada gejala, akan langsung dirawat," jelasnya. (MCR/MS).

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

Riau Bertambah 247 Kasus Terkonfirmasi dan 299 Sembuh

Selasa, 27 Oktober 2020 | 20:18:59 WIB

Mulai 2 November Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Berbayar

Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:38:14 WIB