Jumat, 20 Zulqaidah 1441 H | 10 Juli 2020

Info

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Provinsi Riau, Kaharuddin

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau segera mencairkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) SMA/SMK swasta. Bosda tersebut ditargetkan cair sebelum Lebaran tahun 2020. 

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Provinsi Riau, Kaharuddin kepada warwatawan, Jumat (8/5/2020) saat dikonfirmasi perkembangan Bosda SMA/SMK swasta di Riau.  

Kaharuddin mengatakan, kabar baik itu setelah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Riau menyetui peralihan anggaran Bosda SMA/SMK swasta yang masuk dalam Belanja Langsung (BL) digeser menjadi Belanja Tak Langsung (BTL).

"Pak Sekda Riau selaku Ketua TAPD Riau sudah setuju pergeseran Bosda SMA/SMK swasta masuk BL. Dan pak Sekda juga sudah konsultasi ke APIP (Aparat Pengawasan Internal Pemerintah)," katanya. 

Kaharuddin menjelaskan, saat ini tim Disdik Riau sedang menginput data peruntukannya, karena awalnya Bansos SMA/SMK swasta masuk di BL sama dengan Bosda SMA/SMK negeri. 

Ditanya berapa Bansos SMA/SMK swasta di Riau, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau ini menyatakan sebesar Rp24,8 miliar lebih untuk satu tahun.  

"Bansos ini disalurkan dua tahap, penyalurannya enam bulan sekali. Kalau satu tahun Rp24,8 miliar lebih, berarti penyaluran pertama sekitar Rp12,4 miliar lebih," terangnya. 

Disinggung kapan Bansos tersebut disalurkan, Kharuddin menargetkan sebelum Lebaran anggaran sudah disalurkan. Sebab saat ini pihaknya tengah menginput data dari penggunaan anggaran dari BL ke BTL.  

"Mingkin satu minggu selesai melakukan input data. Selanjutnya kita salurkan, mudah-mudahan sebelum lebaran sudah cair," ungkapnya. 

Kaharuddin menambahkan, Bosda SMA/SMK swasta ini diperuntukan untuk pengadaan barang dan jasa di sekolah swasta. 

"Ini Bosda yang Rp400 ribu per siswa itu, yang nantinya digunakan untuk gaji guru dan lainnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bosda SMA/SMK swasta terlambat disalurkan disebabkan dana yang  bersumber dari APBD Riau satu rekening dengan dana Bosda SMA/SMK negeri yang dimasukan dalam BL. 

Padahal dana bantuan Bosda SMA/SMK swasta ini harus dianggarkan ke dalam BTL dan tidak boleh dalam bentuk BL. 

"Kalau dana Bosda SMA/SMK negeri dicairkan secara otomatis, dana Bosda SMA/SMK swasta tak bisa dicairkan karena dana tersebut masih dalam bentuk BL," terang Kaharudin. 

"Makanya dana Bosda SMA/SMK swasta sampai sekarang belum bisa dicairkan karena harus dimasukan kedalam BTL. Tidak boleh dalam bentuk belanja langsung. Karena dana ini sifatnya hibah," tutupnya. (MCR/amn)

Video

Penandatanganan Nota Kesepakatan Aplikasi Monitoring Data Bantuan Sosial

Update Covid-19 ( 8 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Berita Terkait