Kamis, 17 Zulhijjah 1441 H | 06 Agustus 2020

Info

PEKANBARU - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita berupaya mendorong peningkatan rasio penyerapan produk industri Indonesia di pasar global untuk jangka menengah dan jangka panjang.

“Sedangkan langkah yang perlu dan segera dilakukan adalah menyeimbangkan strategi pertumbuhan ekonomi dan pembatasan penyebaran Covid-19,” kata Agus saat video conference bersama Gubernur se-Indonesia dalam acara pembukaan Bimtek aparatur industri tahun 2020, Selasa (19/05/2020).

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memetakan sejumlah sektor industri yang terdampak pandemi Covid-19. Dari hasil pemetaaan, terdapat tiga kelompok besar, yaitu industri yang suffer, moderat, dan high demand. 

"Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk mencari jalan keluar terbaik agar industri yang terdampak berat tetap dapat bertahan.

Lebih lanjut, Menteri Perindustrian meyakini bahwa industri manufaktur nasional dapat pulih secara bertahap ketika kembali beroperasi dengan normal. 

“Kami berharap nanti dalam tiga bulan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selesai, angka PMI manufaktur Indonesia yang kini dilevel 27,5 dapat kembali di level 51,9 seperti yang pernah kita raih pada bulan Februari 2020,” ujar Agus.

Pemulihan angka PMI manufaktur Indonesia sangat tergantung juga terhadap kebijakan yang diambil pemerintah dalam menyikapi dampak wabah Covid-19 terhadap sektor industri dan perekonomian. 

"Kebijakan yang tepat dan terukur nantinya akan membuka peluang bagi sektor industri dan perekonomian untuk bangkit pasca Covid-19," tutupnya.(MCR/SEM)

Video

Ucapan Dan Harapan Masyarakat Provinsi Riau Bersempena Hari Jadi Provinsi Riau Ke-63

Gubernur Corner (1 Agustus 2020)

Swab Massal Kantor Gubernur

Berita Terkait