Senin, 11 Syawwal 1441 H | 01 Juni 2020

Info

PEKANBARU - Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, Syahrial Abdi minta petugas pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) laporkan kondisi maupun situasi dalam menjalan tugas di perbatasan. Terutama terkait fasilitas maupun SDM di posko yang harus lengkap dan disesuaikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, Syahrial Abdi saat melakukan peninjauan Posko check point beberapa waktu lalu di beberapa perbatasan di Riau. Jika laporan yang dimaksud guna melancarkan tugas dan juga pencapaian tujuan program penerapan PSBB mengatasi penyebaran Covid-19 lebih maksimal.

"Jadi kalau ada laporan itu tim Gugus tugas Covid-19 tingkat Provinsi Riau bisa segera tau dan bjsa memberikan solusi. Karena jika tidak di laporkan kita juga tidak akan tau apa kendala yang terjadi dilapangan," katanya.

Terkait fasilitas pengecekan terhadap warga yang melintas di berbatasan kata Asisten III Setdprov Riau ini, posko harus memiliki fasilitas lengkap maupun SDM ahli. Sehingga ketika ditemukan hal-hal darurat bisa menindaklajuti dengan maksimal. 

Dari beberapa posko yang kita kunjungi ini, ada yang sudah baik persiapannya. Seperti di posko check point Muara Takus, perbatasan Sumbar-Riau yang fasilitas dan SMD nya sangat baik dan mumpuni untuk melakukan pemantauan pada orang yang keluar ataupun masuk ke Riau.

"Kalau dilihat dari  Posko check point Sumbar-Riau ini, penataan lokasinya cukup bagus yang terbuat dari tenda-tenda kuat, dilengkapi tempat tidur, toilet umum serta peralatan rapid test. Artinya di posko ini bisa menangani dengan maksimal.

Sementara di beberapa posko lainya, meski sudah tertata dengan baik masih ada kekurangan yang harus dilengkapi. Salah satunya posko chek point di Padang Lawas, Tambusai Barat Kabupaten Rohul yang menganani perbatasan Dengan Sumatera Utara (Sumut). Dimana di posko ini tidak terlihat fasilitas lengkap maupun peralatan seperti ralid test untuk mendeteksi orang yang melintas.

"Bahkan di posko ini hanya tersedia alat pengukur suhu dengan SDM 2 perawat 1 dokter itupun tampa APD lengkap. Jika kita tidak kunjungi kita juga tidak tau kendalanya. Maka itu kita minta pada petugas perbatasan bisa melaporkan hal-hal seperti ini karena ini juga kelancaran tugas yang bisa diberikan solusi oleh pemprov Riau," katanya. 

Lebih jauh kata mantan Pj Bulati Kampar ini, himbauan untuk perugas ini tidak hanya menimbang kelancaran tugas saja, tapi juga safety  petugas yang menjalankan tugas di posko chek point. Memang untuk Kabupaten Rohul belum ada diterapkan PSBB, tapi bagaiamanapun harus waspada. Apa lagi Rohul juga mengawasi perbatasan dengan daerah yang terjangkit Covid-19.

Diperbatasan Rohul- Sumut ini petugas  masih kewalahan menangani orang yang melintas dan masuk ke Riau. Karena sesuai laporan dilapangan banyak yang berupaya tetap masuk. Karena dari Sumut pun sepertinya kurang penegasan untuk mudik ini. 

"Sebenarnya untuk ketersediaan fasilitas yang kurang sebenarnya bisa diajukan ke Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi. Tapi kadang inilah susahnya jika daerah belum menerapkan PSBB," tuturnya.

Sementara Gubernur Riau, H Syamsuar terus menekankan kepada gugus tugas penganan Covid-19 untuk terus meningkatkan pengawasan di perbatasan. Khusunya terkait mudik yang harus di jaga ketat demi mengatasi penyebaran Covid-19 di Riau.

"Kita sudah koordinasikan dengan seluruh gugus tugas Covid-19. Untuk jalur mudik ini harus ada penegasan agar pengamanan bisa lebih maksimal dan Cocid-19 di Riau segera berakhir," tuturnya. (MCR/AZ)

Video

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 28 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 27 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 22 Mei 2020) di Provinsi Riau

Berita Terkait