Jumat, 20 Zulqaidah 1441 H | 10 Juli 2020

Info

PEKANBARU - Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi mengatakan bahwa tim gugus tugas Provinsi Riau melihat terdapat pergerakan yang lumayan banyak terkait orang yang keluar dari Provinsi Riau dan yang masuk ke Provinsi Riau relatif setabil.

"Tapi yang keluar agak bertambah ini terbukti banyaknya permintaan surat keterangan sehat berpergian ataupun permintaan rapid test, dan permintaan Polymerace Chain Reaction (PCR) Swab untuk syarat berpergian terutama ke Jakarta," kata Indra Yovi, Sabtu (30/05/2020)

Tambahnya, dari kemarin sebenarnya sudah ada beberapa orang masyarakat Riau yang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad untuk meminta dilakukan pemeriksaan swab mandiri berbayar di Provinsi Riau.

"Sebaiknya berpergian sebaiknya tidak dilakukan kalau tidak terpaksa, hanya ingin jalan-jalan dan melakukan Swab itu tidak boleh," kata Indra Yovi.

Tambahnya, tetap ada suratnya, dan suratnya itu banyak. Ada surat izin keluar masuk, surat tugas, surat keterangan sehat, baru akan dilakukan Swab PCR dan itupun berbayar. Karena yang gratis Swab atau PCR itu hanya untuk pasien.

"Kalau mau gratis harus jadi pasien, karena yang gratis merupakan uang rakyat, uang kita bersama, kalau yang mau berpergian gratis tentunya itu tidak baik," pungkasnya. (MCR/SEM)

Video

Penandatanganan Nota Kesepakatan Aplikasi Monitoring Data Bantuan Sosial

Update Covid-19 ( 8 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Berita Terkait