Jumat, 19 Rabiul Akhir 1442 H | 04 Desember 2020

PEKANBARU - Penghentian dan tidak diperpanjangnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah beberapa waktu lalu, banyak di salah artikan oleh masyarakat di Riau. Khususnya masyarakat daerah yang sebelumnya menerapkan PSBB, yang sebagian besarnya menanggapi jika penghentian PSBB tersebut sudah bisa kembali bebas untuk beraktifitas seperti biasa.

Salah pengertian masyarakat tersebut mendapat tanggapan serius dari Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution, dimana beliau kembali menegaskan jika penghentian PSBB tersebut dalam rangka menuju program new normal yang di gagas oleh pemerintah pusat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan seperti sebelumya.

Secara lansung memang ada kelonggaran, tapi masyarakat tidak serta merta bebas begitu saja. Dimana masyarakat di arahkan pada tatanan kehidupan baru dengan pengertian diberikan kebebasan sedikit demi sedikit dan tetap ada pembatasan. Yaitu tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan lainya sesuai himbauan pemerintah. 

"Jadi penghentian PSBB itu bukan serta merta masyarakat bisa lansung bebas beraktifitas. Tapi menuju new normal yang mengarahkan masyarakat pada kehidupan baru yang sebelumnya belum dibiasakan oleh masyarakat. Seperti terus menggunakan masker saat beraktifitas," kata Wagubri saat menghadiri Gelar Pasukan Aksi Penyemprotan Disinfektan dan Rapid Test Masal di Kelurahan Mentangor dan Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya yang di laksanakan Pemko Pekanbaru. Sabtu (30/5/2020).

Ia kembali menjelaskan, jika kehidupan baru pada program new normal itu maksudnya, masyarakat menjalankan kegiatan yang belum pernah di jalankan atau jarang dilakukan. Artinya masyarakat tetap menjalankan kegiatan normal tapi dengan sistim baru dengan pengamanan diri sesuai yang dilakukan dalam PSBB sebelumnya.

"Kita harap kedepan masyarakat tidak salah artikan lagi dan bisa memahami maksud dari new normal ini yang tujuannya tetap mencegah dan memutus penyebaran virus corona atau Civid-19," jelasnya.

Lebih jauh kata mantan Danrem 031 Wira Bima ini, new normal ini merupakan program upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang juga dalam mempertimbangkan kehidupan masyarakat. Dan ini juga adalah pilihan dengan kata lain tetap yang terbaik untuk masyarakat maupun rakyat Indonesia.

"Karena kita menyadari jika selama ini kita semua, termasuk saya sendiri merasakan bagaimana kondisi dan dampaknya. Seperti anak-anak kita yang sudah berapa lama tidak bisa sekolah karena wabah Covid-19 ini. Untuk itu mari kita dukung dan program new normal atau kehidupan baru ini dengan tetap menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Riau termasuk daerah yang bagus dan ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai percontohan melaksanakan program new normal. Hal itu juga sesuai dengan keberhasilan Riau dalam menangani virus corona atau Covid-19 yang didukung oleh masyarakat.

"Beberapa hari terakhir pasca Idulfitri kita sempat nihil dari kasus positif. Dan satu hari lalu kita sempat naik 6 kasus itupun pada daerah yang sebelumnya ada penularan dari luar daerah. Kita berharap setelah ini tidak ada lagi dan cukup sampai disitu saja," harapnya.

Sekali lagi ia menghimbau masyarakat, mari bersama-sama untuk mendukung program pemerintah ini, agar kedepan Riau bebas dari penyebaran Civid-19. "Yang pasti apa yang dilakukan pemerintah ini untuk kesehatan masyarakat dan demo masyarakat. Maka itu mari kita pahami bersama-sama," tuturnya.(MCR/AZ)

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

BPBD Riau Petakan TPS Rawan Banjir

Rabu, 02 Desember 2020 | 14:16:22 WIB

BPBD Riau: Banjir Kampar Diprediksi pada Desember-Januari

Kamis, 26 November 2020 | 13:51:18 WIB

Wagubri Serahkan PGRI Award untuk Guru Guru Berprestasi 

Kamis, 26 November 2020 | 13:48:34 WIB