Jumat, 20 Zulqaidah 1441 H | 10 Juli 2020

Info

Dirut RSUD Arifin Ahmad, dr Nuzelly

Pekanbaru-Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa, pemeriksaan hasil swab yang dijalankan melalui Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad, tidak dijadikan bisnis, namun untuk memfasilitasi masyarakat umum, yang akan bepergian keluar kota, terutama ke Jakarta, yang mewajibkan orang yang masuk harus menunjukkan hasil swab, dari daerah asal. 

Dirut RSUD Arifin Ahmad, dr Nuzelly, menjelaskan, awalnyaLaboratorium Biomolekuler RSUD hanya fokus untuk memeriksa pasien dalam pengawasan (PDP) di Riau. Namun Gubernur Riau, menginginkan untuk memfasilitasi dan meringkan warga Riau yang akan ke Jakarta, maka dibuka untuk umum.

“Untuk pemeriksaan swab ini pastinya bukan untuk komersil. Tapi bagaimana memfasilitasi masyarakat yang harusnya tidak bepergian. Yang jelas prinsipnya harus tidak bepergian masyarakat keluar daerah seperti ke Jakarta, yang mengharuskan ada hasil swab,” jelas Nuzelly. 

“Semua daerah melakukannya, demikian juga kita, bahkan ada yang diatas 2 juta. 

Kalau memang butuh ke Jakarta ada aturannya, dan pemerintah gugus tugas yang melakukan dengan cara sesuai standar. Kalau surat untuk keluar tidak mungkin masyarakat menggunakannya. Masyarakat bisa memahami begitulah caranya supaya tugas kita juga terakomodir,” jelasnya lagi.

Dijelaskan Nuzelly lagi, pada intinya masyarakat harus menjaga kesehatan dan tidak bepergian dulu kecuali penting. Dan tidak mungkin pemerintah membiayai semua masyarakat dengan gratis hasil swab. Dan tugas tim medis di RSUD juga banyak, dan lebih memfokuskan pasien PDP bukan masyarakat umum yang ingin bepergian pribadi.

“Lebih baik jangan bepergian dulu, tidak mungkin pula membiayai yang umum kalau keperluannya pribadi. Nanti akan membludak dan seenaknya bepergian dengan meminta dan memanfaatkan hasil swab. Kecuali yang penting urusan perusahaan, atau ada keluarga yang meninggal, kami memfasilitasi dengan biaya standar,” ungkapnya.

“Sekarang ini bagaimana kita memutus mata rantai Covid-19, apalagi di Riau sekarang pasien positif semakin rendah, dan kalau bisa dipertahankan sampai pasien positif di Riau nol. Jangan sampai orang masuk bebas ke Riau, kita harus disiplin lagi,” tegas Nuzelly lagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasca dibukanya penerbangan di Bandara Sutan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, tujuan Jakarta, dan beberapa daerah di Indonesia, mulai banyak permintaan dari masyarakat untuk swab PCR di RSUD Arifin Ahmad, Riau, sebagai salah satu syarat untuk masuk ke Jakarta, melalui pesawat udara. 

Untuk memfasilitasi orang berpergian keluar kota, RSUD Arifin Achmad Riau mulai besok membuka pelayanan swab tes bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan Pemprov Riau juga telah menetapkan harga pemeriksaan swab hingga selesai, sehatga Rp1,7 Juta. Dan harga ini lebih murah bila dibandingkan daerah lain. 

Dirut RSUD Arifin Ahmad, Nuzelly, mengatakan, swab PCR tersebut di prioritas bagi orang-orang yang memiliki kepentingan atau tugas keluar kota. Pelayanan swab tersebut karena melihat perkembangan saat ini ada kebutuhan lain terkait persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat yang akan melakukan berpergian.  (MCR/JI). 

Video

Penandatanganan Nota Kesepakatan Aplikasi Monitoring Data Bantuan Sosial

Update Covid-19 ( 8 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Berita Terkait