Jumat, 20 Zulqaidah 1441 H | 10 Juli 2020

Info

PEKANBARU --- .Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Prof. Dr. HM Nazir Karim, MA, keputusan ini di satu sisi memang cukup menyayat hati, apalah bagi para jemaah yang sudah meniatkan diri untuk menjalankan Rukun Islam kelima itu.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan bahwa haji 2020 dibatalkan. Hal ini karena wabah corona belum mereda.

Namun, di sisi lain mempertimbangkan sisi uzur-nya, kondisi seperti ini memang tidak bisa dielakkan. Keputusan membatalkan haji 2020 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Indonesia, tapi seluruh negara.

“Jadi kalau kami melihat keputusan yang diambil oleh pemerintah kita sudah tepat (haji 2020 batal). Mungkin ada banyak masalah baru yang akan terjadi jika dipaksakan jemaah haji kita berangkat ke Tanah Suci Mekah,” katanya, Rabu, (3/6/2020).

Dia menambahkan, keputusan dibatalkannya keberangkatan jemaah haji tahun ini karena memang tidak ada pilihan lain. Pemerintah Saudi sampai sekarang juga tidak memberi kesempatan kepada orang luar masuk ke negara itu. 

“Lagi pula, sejak awal Pemerintah Saudi juga tidak memberikan izin untuk melakukan kontrak dengan hotel-hotel. Oleh sebab itu, kalau dipaksakan nanti pasti akan sulit, karena butuh persiapan yang panjang dan matang,” ujar Nazir Karim.

“Jadi memang sebelum pemerintah memutuskan hal itu semua, ada banyak pihak yang dilibatkan untuk dimintai pandangan dan masukan, termasuklah MUI. Kami memahaminya betul bagaimana kondisinya saat ini,” sambungnya. (MCR/fdl)

Video

Update Covid-19 ( 8 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Updet Covid-19 ( 1 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Berita Terkait