Ahad, 21 Rabiul Akhir 1442 H | 06 Desember 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Riau, dr Indra Yovi

PEKANBARU - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau Indra Yopi sampaikan alur komunikasi dalam mengumumkan pasien Covid-19. Setelah pusat, provinsi baru diikuti kabupaten/kota. 

Selain alur yang sudah disepakati, juga dianggap agar tak menimbulkan kerancuan di masyarakat dalam menerima informasi baik tentang pasien positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait Covid-19.

"Namun di Provinsi kami sudah sepakat, kalau sudah nasional mengumumkan, baru kita menyampaikan. Setelah provinsi mengumumkan, baru kabupaten/kota mengumumkan. Itu memang sudah kita sepakati dari awal. Mungkin terjadi miss komunikasi, sehingga kabupaten kota mengumumkan terlebih dahulu," kata Indra Yopi, Sabtu (13/6/20).

Sejak awak dibentuknya gugus tugas baik provinsi mau pun kabupaten/kota, beberapa kali terjadi kesalah pemahaman dalam menjalankan alur komunikasi penyampaian perkembangan harian soal Covid-19. Beberapa kali daerah, justru mengumumkan lebih awal. Pada hal, alur komunikasi yang sudah disepakati, setelah Gugus Tugas Covid-19 Pusat, provinsi, baru diikuti kabupaten/kota. 

"Dan itu terjadi beberapa kali. Di Bengkalis pernah terjadi, di Inhil juga pernah begitu, Pekanbaru juga. Secara alur memang ada yang miss di sini. Tapi apakah akan merugikan pasien, tentu tidak dan ini juga sama-sama tak ingin kita terjadi. Diumumkan kemudian atau belakangan bagi saya yang penting yang mengumumkan memahami dari dokter yang merawat. Jangan sampai dari tahunnya dari televisi. Itu tidak boleh, itu sudah kita sepakati dari awal," papar Yopi.

Gugus Tugas Covid-19 ditingkat provinsi sendiri tetap berkomitmen, meski sudah mengetahui data terbaru, tetap mengkedepankan kaidah alur berkomunikasi dalam menyampaikan perkembangan Covid-19. Setelah diumumkan pusat, barulah provinsi mengumumkan.

"Mengapa kami berhati-hati mengumumkan, karena kami harus mengulang kembali, memastikan nama, tempat tanggal lahir, alamat, itu benar-benar kita kroscek. Karena ini sangat sensitif. Itu pula lah alasan kita juga menunggu setelah nasional mengumumkan dulu, baru kita sampaikan. 

Kan bisa saja pagi kita sampaikan, toh kita juga sudah punya data, tapi secara alur kan tidak begitu," ulas Yopi.

Seperti diketahui, Gugus Tugas Covid-19 di Kuansing saat dikonfirmasi wartawan sampaikan lebih awal terkait adanya pasien Covid-19 di daerahnya. Meski membenarkan adanya pasien baru positif Covid-19, tapi tak membeberkan keterangan lengkap, dengan alasan menunggu laporan resmi dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau.(MCR/mtr)

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

PT Riau Petroleum Targetkan PI 10 Persen Cair Desember Ini

Sabtu, 05 Desember 2020 | 19:40:01 WIB

Danrem 031/WB Doakan Gubri dan Keluarga Segera Sembuh

Sabtu, 05 Desember 2020 | 13:52:43 WIB

Pertanian dan Perikanan Mampu Hidupkan Perekonomian

Jumat, 04 Desember 2020 | 22:21:16 WIB

Produksi Magot di Riau Akan Jadi Industri Terbesar di Dunia

Jumat, 04 Desember 2020 | 22:07:10 WIB

Produksi Padi Riau Akan Meningkat 16.66 Persen

Jumat, 04 Desember 2020 | 18:30:18 WIB

Asisten I Setdaprov Riau Hadiri Pelantikan KMDT DPW Riau

Jumat, 04 Desember 2020 | 17:42:08 WIB

Menteri Pertanian Doakan Gubri Cepat Sembuh

Jumat, 04 Desember 2020 | 17:30:14 WIB