Sabtu, 15 Rabiul Awwal 1442 H | 31 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar menginstruksikan tim tugas gugus penangan covid-19 Riau mampu menargetkan 15.000 tes menggunakan alat PCR di Laboratorium Biomolekuler setiap bulannya. Itu dilakukan untuk memaksimalkan pemutusan mata rantai penyebaran dan penularan covid-19 di Riau,

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi. Instruksi dari Gubri yang juga merupakan Ketua Tim Tugas Gugus Penanganan Covid-19 di Riau itu dilatarbelakangi dengan saat ini laboratorium yang berada RSUD Arifin Achmad telah melakukan pemeriksaan sampel sebanyak 500 sampel setiap harinya.

"Kita akan tingkatkan kualitas penanganan secara real bagaimana kondisi di lapangan dengan memaksimalkan tes swap PCR," tuturnya.

Menurutnya, sesuai instruksi Gubri tadi, setiap daerah yang ada di Riau minimal telah dilakukan swap sebanyak 50 orang.

"Kita tak boleh berpuas diri. Penambahan lima pasien positif terbaru ini umpama gunung es yang hanya tampak puncaknya saja," katanya.

Untuk diketahui, tim tugas gugus penanganan Covid-19 Riau sebelumnya menginformasikan terdapat 5 penambahan kasus baru pasien positif Corona di Bumi Lancang Kuning. Tiga diantaranya berasal dari Kuantan Singingi (Kuansing) yang digadang-gadang zona hijau di Riau itu.

Memang tiga kasus baru di Kuansing tersebut bukan merupakan penularan lokal atau dari warga yang berdomisili di wilayah itu. Namun, dikabarkan tertular dari salah satu pasien positif yang sebelumnya berkunjung ke wilayah itu.

Ia adalah Ny. TJM (40) yang merupakan warga Kepulauan Riau dan memiliki perjalanan dari provinsi tetangga Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

"Ada tiga pasien dari kabupaten Kuantan Singingi. Mereka adalah GH (45), RS (45) dan RM (42)," kata Yovi dalam siaran persnya, Sabtu (13/06) sore.

Katanya, ketiga kontak erat Ny. TJM itu kini tengah menjalani isolasi di Kabupaten tersebut. Sementara untuk Ny. TJM yang menjadi pasien ke 120 kini diisolasi di Pekanbaru.

Ia yang merupakan warga Batam itu sebelumnya memiliki perjalanan dari wilayah Tarutung pada akhir Februari lalu. Sementara berkunjung ke kabupaten Kuansing Ia lakukan pada 16 Maret 2020 silam.

"Ny. TJM kini telah sembuh dan kita perbolehkan pulang," imbuhnya.

Selain itu warga Kuansing tersebut, terdapat dua pasien lain yang juga menambah daftar panjang pasien positif Corona di Riau. Mereka yakni Ny. R (66) warga Kabupaten Indragiri Hilir yang merupakan hasil tracing dan kontak erat Tn. GM (32) warga Kabupaten Indragiri Hilir yang memiliki Riwayat perjalanan dari Jakarta.

Kemudian, Ny. RM (34) yang merupakan warga Kabupaten Bengkalis yabg merupakan hasil penemuan kasus positif dari kegiatan rapid test massal yang dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu.

Seiring dengan penambahan itu,maka jumlah total pasien positif di Riau mencapai 125 kasus positif. Dimana 10 pasien tengah dirawat, 109 sehat serta dibolehkan pulang dan 6 meninggal dunia.

Kemudian, untuk PDP yang masih dirawat berjumlah 61 pasien, PDP negatif covid-19 dan dipulangkan berjumlah 1.366 orang, dan PDP meninggal dunia berjumlah 168 orang. Jadi, total PDP berjumlah 1.595 orang. Sedangkan untuk ODP dalam pemantauan berjumlah 3.696 orang, ODP sudah selesai pemantauan berjumlah 69.375 orang. (MCR/ASN). 

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

BPBD Riau Siap-siap Antisipasi Banjir

Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:42:23 WIB

Pemkot Pekanbaru Rubah Strategi Penanganan Covid-19

Jumat, 30 Oktober 2020 | 12:26:30 WIB

Pekanbaru Bertambah 111 Kasus Positif Covid-19

Jumat, 30 Oktober 2020 | 09:37:46 WIB

Riau Bertambah 247 Kasus Terkonfirmasi dan 299 Sembuh

Selasa, 27 Oktober 2020 | 20:18:59 WIB

Mulai 2 November Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Berbayar

Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:38:14 WIB