Ahad, 9 Rabiul Awwal 1442 H | 25 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Petugas melakukan pengecekan lapangan bersama perangkat desa Kota Garo

PEKANBARU – Seekor Harimau Sumatera memangsa dua anak sapi milik warga Desa Kota Garo, Kabupaten Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Namun, hewan karnivora itu belum sempat menikmati buruannya yang tergeletak tak jauh dari kandang yang berada di kebun sawit milik warga di desa itu.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah mengirim tim untuk mengecek kebenaran kabar yang dilaporkan warga.

"Kita lakukan pengecekan lapangan bersama perangkat desa Kota Garo, Babinsa dan masyarakat setempat," ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Selasa (16/6).

Suharyono menyebutkan, dari hasil pengecekan di lapangan, ternyata benar ada ditemukan dua anak sapi yang telah mati dengan lubang bekas gigitan dan cakaran hewan buas yang dilindungi itu.

"Dua anak sapi itu mati di tengah kebun sawit milik warga yang cukup terawat. Artinya bersih dari semak belukar. Namun memang tidak dimasukkan dalam kandang dan hanya diikat di pohon sawit saja," jelasnya.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan jejak harimau yang mulai pudar akibat hujan. Jejaknya berukuran 14x13 cm. Bahkan, jejaknya masih basah dan tak jauh dari lokasi matinya dua anak sapi itu.

"Memang saat tim ke lokasi, jejaknya sudah mulai hilang akibat diguyur hujan, tapi masih terlihat," ucapnya.

Meski begitu, untuk memastikan kebenaran harimau masuk di wilayah pemukiman warga, petugas memasang kamera penjebak di sekitar lokasi kejadian. Petugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas dan tidak melakukan perburuan serta pemasangan jerat terhadap Harimau Sumatera.

"Lembaran poster juga kita berikan kepada masyarakat agar masyarakat lebih paham akan aktifitas Harimau Sumatera dan cara menghadapi konflik dengan satwa tersebut. Kita berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan baik, tidak bertindak anarkis dan tidak percaya kabar bohong (hoax). Jika mendapat informasi baru dan benar, agar segera menghubungi Call Center Balai Besar KSDA Riau di nomor 081374742981," jelasnya.

Petugas juga meminta warga untuk memasukkan ternak ke kandang jika malam, agar tidak memancing naluri berburu dari Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya.

Sementara itu, Kepala desa Kota Garo, Hj Ilyas Sayang menjelaskan, memang harimau sumatera sejak dulu sudah biasa hidup berdampingan dengan  masyarakat melayu Kota Garo.

"Tidak perlu takut terhadap harimau. Bila ada sesuatu terjadi di kampung kita akibat kedatangan atau serangan harimau, berarti itu mengingatkan kita agar tidak takabur," katanya. (mcr/asn)

Video

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2020

Upacara Peringatan HUT ke 75 TNI Secara Virtual

Berita Terkait

Tim SAR Evakuasi Warga Kampar Tenggelam di Sungai

Jumat, 23 Oktober 2020 | 20:49:19 WIB

Gubri Imbau Masyarakat Manfaatkan Potensi Riau

Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:41:21 WIB

Pemprov Siap Fasilifasi UMKM Desa Kampar

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:15:51 WIB

Dimanapun Kegiatan Gubri Selalu Ingatkan Protokol Kesehatan

Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:02:46 WIB

142 Warga Riau Sembuh, Paling Banyak dari Kampar

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 20:58:37 WIB

Tiga Kecamatan di Kampar akan Berlakukan PSBM

Rabu, 30 September 2020 | 15:30:42 WIB

311 KK di Salo Kampar Bersyukur Terima Bankeu Pemprov Riau

Senin, 21 September 2020 | 20:03:06 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Kampar Wacanakan PSBK

Senin, 14 September 2020 | 20:58:41 WIB

Warga Kampar Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Selasa, 25 Agustus 2020 | 22:07:16 WIB

Tim Kukerta Abdimas Unri Kembangkan Kuliner Khas Kuok

Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:51:34 WIB