Selasa, 5 Safar 1442 H | 22 September 2020

Info

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19-Riau, dr Indra Yovi

PEKANBARU – Sebanyak 5 orang tenaga medis dan pekerja di RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir Riau positif Covid-19. Rumah sakit tersebut menjadi klaster penularan virus corona sehingga disterilkan.

Awal dari penularan itu berasal dari salah satu tenaga medis di RSUD Puri Husada, wanita inisial IA (28), kemudian menular ke tenaga medis lainnya pria inisial AW (34), lalu Ny. AKD (39), Ny. DF (41). Selanjutnya R (38), bukan tenaga medis, melainkan seorang karyawan yang bekerja di RSUD Puri Husada.

Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Riau dr Indra Yovi mengingatkan, agar para tenaga kesehatan di seluruh Riau berhati-hati dan bekerja sesuai aturan dan ketentuan yang ditetapkan.

“Dengan adanya 4 tenaga kesehatan dan 1 pegawai RSUD Puri Husada, saya himbau teman-teman nakes, agar bekerja sesuai aturan yang diterapkan WHO dan pemerintah,” kata Yovi, Rabu (24/6).

Yovi mengatakan, protokol kesehatan paling dilakukan itu di rumah sakit. Dia sudah berkoordinasi dengan dokter Alexis selaku Gugus Tugas Penanganan Covid-29 Indragiri Hilir.

“Di sana, tidak semua pegawai menggunakan APD (Alat pelindung Diri). Karena selain dokter ada juga tenaga pembantu, dan pegawai administrasi di RSUD Puri Husada,” katanya.

Para tenaga kesehatan tertular akibat masih banyak masyarakat yang cuek dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Yovi mencontohkan, bahwa di awal bulan Maret 2020 lalu, ketakutan masyarakat tinggi tapi kasus sedikit.

Sementara itu, saat ini kasus banyak, tapi ketakutan masyarakat semakin kecil. Tak sedikit masyakarat yang seolah tidak perduli dengan penyebaran Covid-19.

“Inilah yang kami khawatirkan, masih banyak masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan,” sesal Yovi.

Yovi menyebutkan, para tenaga kesehatan tertular Covid-19 bukan sepenuhnya karena rumah sakit. Karena, sejak awal Rumah sakit itu selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Tapi kadang-kadang kepatuhan terhadap protokol itu, tergantung kita masing-masing,” jelas Yovi.

Menurut Yovi, setiap rumah sakit terdapat bagian zona merah, zona hijau. Dan setiap zona menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang berbeda-beda.

“Kami tim gugus akan membahas protokol kesehatan dengan Puri Husada,” ucap Yovi.

Saat ini, total pasien positif Covid-19 di Provinsi Riau yang dirawat sebanyak 67 orang. Jumlah itu bertambah karena adanya pasien baru sebanyak 27 orang yang dinyatakan positif virus corona pada Selasa kemarin. 

Sedangkan jumlah itu akumulasi sejak awal pandemi corona di Riau pada awal Maret 2020 lalu hingga hari ini, sebanyak 193 orang. Dari jumlah itu, 67 orang pasien di antaranya masih dirawat, 117 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 9 orang meninggal dunia.

Sedangkan, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat berjumlah 121 pasien, PDP negatif covid-19 dan dipulangkan berjumlah 1.512 orang, dan PDP meninggal dunia berjumlah 176 orang. Total PDP berjumlah 1.809 orang.

Sementara itu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau sebanyak 3.830 orang, sedangkan ODP yang telah selesai pemantauan berjumlah 72.395 orang. (MCR/ASN). 

Video

Gubernur Corner (19 September 2020)

Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Riau Dan Wali Kota Pekanbaru Membahas Tentang PSBM

Konferensi Pers Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru Terkait Pelaksanaan PSBM di Kota Pekanbaru

Berita Terkait