Kamis, 19 Zulqaidah 1441 H | 09 Juli 2020

Info

PEKANBARU--Alhamdulillh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah perbatasan Kecamatan Bandar Petalangan dan Kecamatan Bunut, Pelalawan, pada Senin (29/6/2020) ini, sudah dapat ditangani.

Sehingga, api yang membakar lahan di kawasan Pangkalan, sudah jauh berkurang.

''Sesuai arahan pak Gubernur, sampai sore ini Karhutla sudah jauh berkurang,'' terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, Senin (29/6/2020) sore.

Pemadaman sejak beberapa hari ini, sebut dia, dibantu rekan-rekan dari Satgas dan LO.

''Mulai jauh berkurang, karena BNPB langsung meninjau lokasi dengan menggunakan helly patroli BNPB,'' ungkap Edwar Sanger.

Meski sudah jauh berkurang, saat ini rekan-rekan dari Satgas Darat terdiri dari TNI-POLRI, BPBD, Manggala Agni, Dunia usaha bersama dengan masyarakat peduli api terus melakukan upaya pendinginan dilokasi.

''Saat ini lokasi sudah dapat dikendalikan. Karena satgas udara juga membantu dua helly BNPB untuk  membantu pemadaman dari udara,'' terang Edwar Sanger.

Sedangkan, luas lahan yang tebakar. Saat ini, sebut dia, sedang dilakukan investigasi oleh rekan-rekan tim satgas darat dan Gakkum dilapangan.

''Apa penyebabnya, sedang dilakukan investigasi oleh tim Gakkum. Salam Tangguh,'' pungkas dia.

Proses investigasi ini dibenarkan, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto SIK, saat dihubungi.

Secara keseluruhan untuk titik api di TKP Karhutla Bandar Petalangan, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan sudah berhasil dipadamkan.

Untuk penyebab terjadinya kebakaran, sebut Sunarto, masih dalam proses lidik Polsek Bunut dan Sat Reskrim Polres Pelalawan.

''Masih diselidiki,'' kata Sunarto.

Selain melakukan pengecekan lokasi, petugas juga sudah memasang plang dan Police Line di TKP terjadinya Karhutla.

''Saya sangat menghargai upaya yang dilakukan semua petugas yang sudah berjibaku memadamkan dilapangan,'' kata Sunarto. 

Ia mendo'akan, semoga Tuhan mencatat kebaikan mereka, petugas yang berjibaku memadamkan api dilapangan.

Ditanya kondisi dilokasi, Sunarto menjelaskan, bahwa saat anggota ke lokasi api membesar. Karena kondisi alam dan cuaca.

''Api membesar, karena faktor cuaca dan alam,'' pungkas Sunarto.(MCR/HB)

Video

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Updet Covid-19 ( 1 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 (29 Juni 2020) di Provinsi Riau

Berita Terkait