Ahad, 9 Rabiul Awwal 1442 H | 25 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Gubernur Riau, H Syamsuar, ketika Rumah duka Pelda Anumerta Rama Wahyudi, di jalan Garuda Sakti KM 6, Karya Indah, Tapung, Kabupaten Kampar

PEKANBARU - Rumah duka Pelda Anumerta Rama Wahyudi yang terletak di jalan Garuda Sakti KM 6, Karya Indah, Tapung, Kabupaten Kampar saat ini mulai dipadati tamu yang menunggu kedatangan jenazah Almarhum. Tamu ini datang dari keluarga, masyarakat hingga rekan-rakan almarhum.

Selain warga, tampak sejumlah TNI Polri juga turut mengamankan rumah duka yang tepat disisi jalan Garuda Sakti ini. Sementara puluhan karangan bunga ucapan bela sungkawa juga tersusun berbaris.

Bukan hanya itu, tampak hadir pula Gubernur Riau, Syamsuar berserta rombongan, Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid, Kapolsek Tapung Kompol Sumarno, serta petinggi dan para prajurit TNI.

Untuk diketahui saat ini jenazah masih berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Komandan Korem Wirabima 031 Brigjen TNI M Syech Ismed bersama Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Irwansyah serta Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi. Sebelumnya jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dari Jakarta.

Rencananya setelah upacara penyerahan tersebut, jenazah akan di bawa ke rumah duka dan disholatkan di masjid Darussalam yang tepat berada di depan rumah duka. Selanjutnya, jenazah akan dipersemayaman di Tanam Makam Pahlawan (TMP) Pekanbaru.

Diterangkan, Tia warga yang bertempat tinggal tak jauh dari rumah, rumah duka ini merupakan rumah mertua almarhum.

"Almarhum memang jarang disini karena tugasnya di luar negeri. Mungkin istrinya saja yang sering tampak berada disini. Jika libur, istrinya yang berangkat ke Jakarta," katanya Jumat (3/7)

Untuk diketahui, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Rama Wahyudi, merupakan seorang prajurit TNI, yang merupakan personel kontingen pasukan penjaga perdamaian PBB (MONUSCO). Ia gugur dalam tugas di Republik Kongo, Afrika setelah diserang oleh pemberontak yang tergabung dalam Pasukan Aliansi Demokratik (ADF) pada Senin (22/06) lalu.

Saat itu, Serma Rama sedang patroli bersama sejumlah rombongan. Tiba-tiba dia diserang, sekitar 20 kilometer dari Kota Beni di Provinsi Kivu Utara. (MCR/ASN). 

Video

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2020

Upacara Peringatan HUT ke 75 TNI Secara Virtual

Berita Terkait

2021, Jargas Rumah Tangga di Perawang Mulai Dibangun

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 19:42:10 WIB

Pemprov Riau akan Permudah Izin Usaha

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:04:52 WIB

Realisasi APBD Riau Bakal Naik Signifikan

Jumat, 23 Oktober 2020 | 11:43:35 WIB

115 Warga Pekanbaru Sembuh dari Covid-19

Kamis, 22 Oktober 2020 | 19:58:41 WIB

Satpol PP Riau Beri Teguran 25 Tempat Usaha di Jalan Paus

Kamis, 22 Oktober 2020 | 18:18:43 WIB