Kamis, 13 Rabiul Awwal 1442 H | 29 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Jenazah Pembantu Letnan Dua (Pelda) Anumerta Rama Wahyudi, tiba di Pekanbaru, Jumat (3/7/2020). Rama gugur saat bertugas dalam Misi Monusco, Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Jenazah dibawa ke Pekanbaru menggunakan pesawat  Hercules A-1314 milik TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat mendarat di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin. Panglima Daerah (Pangdam) I Bukit Barisan,  Mayjen TNI Irwansyah, langsung menyambut kedatangan jenazah.

Peti jenazah yang ditutup dengan Bendera Merah Putih diusung oleh sejumlah prajurit TNI ke mobil ambulan. Ikut dalam penyambutan Komandan Resor Militer 031 Wirabima, Brigjen TNI M Syech Ismed, Komandan Lanud Roesmin,  Nurjadin Marsekal Pertama TNI Irianto Moningka dan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi .

Suasana makin haru  ketika istri dan ketiga anak Pelda Anumerta Rama  ikut menyambut kedatangan  jenazah orang yang mereka cintai. Ratusan  prajurit TNI AD memberikan penghormatan terakhir kepada rekannya.

"Kami menerima almarhum dalam rangka  memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Sekaligus   mendampingi keluarga almarhum agar tabah menghadapi cobaan ini," kata Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Irwansyah.

Dari Lanud Roesmin Nurjadin, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Garuda Sakti, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Setelah itu jenazah dibawa ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma untuk dimakamkan.

"Dibawa ke rumah duka, nanti ada acara pelepasan. Memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum. Sekitar  pukul 14.00 WIB dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pekanbaru," kata Irwansyah.

Pelda Anumerta Rama Wahyudi sebelumnya berpangkat Sersan Mayor.  Prajurit Angkatan Darat ini bertugas  di Satuan Detasemen Peralatan 1/4 Pekanbaru Komando Distrik Militer I Bukit Barisan.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco Letkol Czi M P Sibuea,  mengatakan, Pelda Anumerta Rama  gugur pada Senin (22/6/2020) malam usai serangan kelompok bersenjata saat menjalankan tugas misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat.

Ketika perjalanan kembali ke  Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan dengan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Selain Pelda Anumerta Rama Wahyudi, serangan itu juga melukai seorang prajurit TNI lain.(MC Riau/yan)

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

Gubri Serahkan Dana Zakat Baznas Riau Tahun 2020

Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:05:11 WIB

Kelas Kominfo Hadir Riau, Begini Penjelasannya

Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:51:48 WIB

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Riau Capai 10.534 orang

Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:35:59 WIB

1.912 Spesimen Swab Telah Diperiksa Hari Ini

Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:28:20 WIB

Gubri Telah Tetapkan UMP Riau 2021

Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:18:33 WIB

Gubri Ikuti Hari Sumpah Pemuda ke-92 Secara Virtual

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:20:17 WIB

Libur Panjang Telah Tiba, Yuk Patuhi Protokol Kesehatan

Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:44:18 WIB