Ahad, 10 Safar 1442 H | 27 September 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU- Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau memprioritaskan pembangunan dua budidaya perikanan menuju tatanan new normal Covid-19.

"Yang pertama itu, Budidaya perikanan dan kedua, budidaya penangkapan ikan,"kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Herman, Jumat (3/7/20) di Pekanbaru.

Herman mengungkapkan potensi perikanan di Riau saat ini sangat tinggi. Baik potensi perikanan budidaya maupun potensi tangkap.

"Untuk potensi perikanan air tawar sebesar 91.630,41 hektar dengan pemanfaatan 2.371.26 hektar. Kemudian, potensi perikanan air payau sebesar 45.812.07 hektar dengan pemanfaatn 749,28 hektar,"jelasnya.

Selain itu lanjutnya, untuk potensi perikanan laut sebesar 126.430,00 hektar. Dengan pemanfaatan 0,48 hektar.

Sementara untuk potensi perikanan tangkap sambung Herman, sebesar 236.325,61 hektar (perairan umum daratan/PUD). Dengan pemanfaatan 126.932,46 hektar.

Pada kesempatan itu, Herman juga menyampaikan jika jumlah nelayan di Provinsi Riau mencapai 109.735 orang. Rinciannya, 59.375 orang nelayan laut, dan 50.360 orang nelayan laut perairan umum.(MCR/NOR). 

Video

Pengarahan Gubernur Riau Mengenai Penanganan Covid-19

Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Se Provinsi Riau

Gubernur Corner (19 September 2020)

Berita Terkait