Selasa, 9 Rabiul Akhir 1442 H | 24 November 2020

PEKANBARU - Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Irwansyah menyampaikan empat poin penting arahan Presiden RI Joko Widodo terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikannya, saat memimpin apel kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau, yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (04/07/2020).

"Ada empat poin penting arahan Presiden terkait Karhutla," katanya.

Jelasnya, diantara empat poin penting tersebut yaitu, pertama, pencegahan melalui patroli terpadu deteksi dini, sehingga kondisi harian di lapangan selalu termonitor dan selalu terpantau melalui aplikasi dasbor Lancang Kuning yang dibuat oleh tim dari Kapolda Riau.

Katanya, melalui aplikasi tersebut, tim dapat mengetahui beberapa personil  yang bisa dikerahkan ke titik api yang terdekat. Selain itu juga, aplikasi tersebut sangat membantu dalam memonitor beberapa titik api.

"Diharapkan semua personil maupun pasukan yang terlibat di lapangan mengisi aplikasi itu demi mengetahui kondisi terkini dari kondisi titik api yang ada," tuturnya.

Kedua, Badan Restorasi Gambut (BRG) juga diminta untuk melakukan penataan pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan. Dimana, tujuan penataan pengelolaan ekosistem gambut tersebut selain menata lingkungan juga mengurangi kemungkinan terjadinya Karhutla.

Berikutnya, Presiden juga mengharapkan agar sesegera mungkin memadamkan api kalau memang ada api dan tidak membiarkan api membesar. Karena sebut Pangdam I/Bukit Barisan itu, meskipun melalui water bombing, jika api sudah membesar tetap akan sulit untuk dipadamkan.

"Hasil diskusi dengan Kapolda Riau, satu jam mengulur waktu tidak merespon api yang ada, maka resikonya satu hari satu malam baru api yang kita abaikan satu jam itu bisa diatasi, memang apinya akan berlipat membesarnya jika kita tidak merespon secara cepat," ungkap Mayor Jenderal TNI Irwansyah.

Poin terakhir, penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan harus dilakukan tanpa kompromi dan harus betul-betul dikerjakan. 

"Ini sesuai instruksi Presiden tanpa pandang bulu tanpa ada kolusi di bawah, kita semua harus berupaya maksimal jangan sampai orang tidak memiliki efek jera dikemudian hari," tutupnya. (MCR/IP)

Video

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Gubernur Corner (14 November 2020)

Berita Terkait

Mantan Kadinsos Riau Terima Penghargaan Bintang LVRI

Selasa, 24 November 2020 | 18:51:50 WIB

Pengelola BUMDes Diminta Tingkatkan Wawasan

Selasa, 24 November 2020 | 15:39:52 WIB

Anak Wapres Ma’aruf Amin Silaturahim ke LAMR

Selasa, 24 November 2020 | 15:36:33 WIB

Wagubri Ingatkan Sanksi Bagi ASN tak Netral di Pilkada

Selasa, 24 November 2020 | 14:29:52 WIB

LVRI Berikan Tanda Penghargaan Ke 6 Veteran Provinsi Riau

Selasa, 24 November 2020 | 14:16:13 WIB

Kasus Penderita DBD Riau Turun Drastis

Selasa, 24 November 2020 | 13:52:12 WIB

Sinergitas Diperlukan Untuk Pencegahan Narkoba 

Selasa, 24 November 2020 | 13:35:35 WIB

Harga Sawit Naik Jadi Rp2.181,87 per Kg

Selasa, 24 November 2020 | 12:19:55 WIB

Gubri Akan Jadi Pembicara Dalam ICCF 2020

Selasa, 24 November 2020 | 11:24:03 WIB

Satgas Ingatkan Masyarakat Untuk Tetap Taat Prokes

Selasa, 24 November 2020 | 11:21:31 WIB

Wagubri Resmikan Rakerda LVRI Provinsi Riau Tahun 2020

Selasa, 24 November 2020 | 11:07:04 WIB

Sekdaprov Riau Hadiri Muspim Korpri 2020 Secara Virtual

Selasa, 24 November 2020 | 11:03:46 WIB