Selasa, 9 Rabiul Akhir 1442 H | 24 November 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau Boby Rachmat menyampaikan dari dampak Covid-19 ada beberapa kegiatan mengalami penundaan hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini diungkapkannya saat melakukan konfrensi pers di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, Sabtu (04/07/2020).

"Pertama adalah tidak melakukan seleksi penerimaan paskibraka, ini sesuai dengan surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI tanggal 16 Mei 2020 yang menyatakan bahwa tidak ada untuk perekrutan paskibraka ditingkat pusat, dan daerah untuk menyesuaikan," katanya.

Boby mengatakan, selanjutnya juga ada beberapa kegiatan keolahragaan yang sudah direncanakan diawal tahun, tapi akibat dari dampak Covid-19 ini tidak bisa dilakukan dan tertunda pelaksanaannya sampai berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Riau.

"Seperti kegiatan untuk pembinaan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan PPLK. Ini juga sesuai dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga mengajukan untuk dipulangkan dan latihan secara mandiri. Dalam arti kami tetap memantau baik secara virtual maupun menghubungi pelatih dan atlet yang menjalankan latihan secara mandiri tersebut," ujarnya. 

Lanjutnya, begitu juga dengan lapangan olahraga, khususnya di Kota Pekanbaru. Hingga saat ini masih tertutup karena masih belum bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat keramaian.

"Tetapi, untuk beberapa tempat lokasi kegiatan olahraga, baik olahraga rekreasi maupun olahraga kemasyarakatan sudah dapat kita gunakan yaitu untuk jogging ataupun untuk tempat berkumpul para komunitas," jelasnya.

Boby menegaskan, hal penting dari kegiatan keolahragaan dan kepemudaan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Ini sesuai dengan surat edaran Menteri Pemuda dan Olaharaga terkait dengan Protokol Pencegahan Covid-19 pada Kegiatan Kepemudaan dan Olaharaga Dalam Mendukung New Normal atau Tatanan Kehidupan Baru. 

"Intinya adalah kegiatan dapat dilaksanakan, tetapi harus mendapatkan rekomendasi dari petugas gugus tugas daerah setempat dan juga memastikan bahwa lokasi kegiatan tidak dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," pungkasnya. (MCR/AQB)

Video

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Gubernur Corner (14 November 2020)

Berita Terkait

Mantan Kadinsos Riau Terima Penghargaan Bintang LVRI

Selasa, 24 November 2020 | 18:51:50 WIB

Pengelola BUMDes Diminta Tingkatkan Wawasan

Selasa, 24 November 2020 | 15:39:52 WIB

Anak Wapres Ma’aruf Amin Silaturahim ke LAMR

Selasa, 24 November 2020 | 15:36:33 WIB

Wagubri Ingatkan Sanksi Bagi ASN tak Netral di Pilkada

Selasa, 24 November 2020 | 14:29:52 WIB

LVRI Berikan Tanda Penghargaan Ke 6 Veteran Provinsi Riau

Selasa, 24 November 2020 | 14:16:13 WIB

Kasus Penderita DBD Riau Turun Drastis

Selasa, 24 November 2020 | 13:52:12 WIB

Sinergitas Diperlukan Untuk Pencegahan Narkoba 

Selasa, 24 November 2020 | 13:35:35 WIB

Harga Sawit Naik Jadi Rp2.181,87 per Kg

Selasa, 24 November 2020 | 12:19:55 WIB

Gubri Akan Jadi Pembicara Dalam ICCF 2020

Selasa, 24 November 2020 | 11:24:03 WIB

Satgas Ingatkan Masyarakat Untuk Tetap Taat Prokes

Selasa, 24 November 2020 | 11:21:31 WIB

Wagubri Resmikan Rakerda LVRI Provinsi Riau Tahun 2020

Selasa, 24 November 2020 | 11:07:04 WIB

Sekdaprov Riau Hadiri Muspim Korpri 2020 Secara Virtual

Selasa, 24 November 2020 | 11:03:46 WIB