Ahad, 20 Zulhijjah 1441 H | 09 Agustus 2020

Info

PEKANBARU - Juru Bicara Covid-19 Riau dr Indra Yovi menegaskan bahwa pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan bukan bagian dari konspirasi yang tersebar di berbagai sosial media. 

"Saat ini banyak masyarakat yang menilai bahwa Covid-19 ini merupakan konspirasi. Akan hal ini kami jelaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak bisa dikonspirasikan, terutama dengan pemeriksaan yang tidak bisa direkayasa, jika pasien positif hasilnya positif dan pasien negatif hasilnya negatif, tidak bisa dibohongi," tegasnya saat melakukan konfrensi pers, Sabtu (04/03/2020).

Indra mengatakan, hal ini kami tegaskan dikarenakan banyaknya berita hoaks yang beredar, baik dikalangan masyarakat Provinsi Riau maupun dalam skala nasional tentang bagaimana covid-19 itu sendiri. 

"Akan berita hoaks konspirasi ini menyebabkan beberapa kejadian, misalnya saat masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19, namun tidak mau diisolasi dan dirawat. Ada juga pasien yang dirawat malah minta pulang, padahal dia masih positif," ungkapnya.

Harapnya, bagi masyarakat untuk dapat berhenti berfikir kalau misalnya ada orang atau pasien positif Covid-19 dirawat beranggapan bahwa itu kepantingan dari pihak dokter dan rumah sakit. 

"Kami tegaskan bahwa dokter dan rumah sakit tidak mempunyai kepentingan. Malahan sejujurnya, dokter dan rumah sakit berdoa agar ruangan isolasi Covid-19 itu kosong, dan kami tidak perlu lagi memaki APD dan memakai hasmat, itu doa kami," harapnya kepada masyarakat. (MCR/AQB)

Video

Rapat Pembahasan Perbatasan Bengkalis (Indonesia) Dengan Malaysia

Ucapan Dan Harapan Masyarakat Provinsi Riau Bersempena Hari Jadi Provinsi Riau Ke-63

Gubernur Corner (1 Agustus 2020)

Berita Terkait