Selasa, 9 Rabiul Akhir 1442 H | 24 November 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU --- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Herman Mahmud mengklaim bahwa para pelayan di Riau merasa lebih aman setelah mereka didaftarkan dalam asuransi.

Sejauh ini, Herman belum bisa menjamin bahwa dengan adanya asuransi nelayan berpengaruh terhadap tingkat produktivitas para nelayan. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Intinya mereka merasa lebih aman, nyaman dan tenang setelah terdaftar diasuransi nelayan. Sebab jika terjadi sesuatu terhadap diri mereka, bisa langsung diklaim dan dananya asuransi akan dikeluarkan," ungkapnya, Rabu (08/07/2020)

Dia menambahkan, beberapa klaim asuransi juga sudah dilakukan oleh para nelayan. Sebagian besar mereka (keluarga nelayan) yang melakukan klaim asuransi yakni mereka yang kepala keluarganya meninggal, baik akibat kecelakaan saat bekerja ataupun meninggal secara alami.

"Kalau datanya untuk tahun ini masih dipegang oleh Kabupatern/Kota," sambungnya.

Saat ini, kata Herman, di Riau sudah ada sekitar 23 ribu Nelayan yang terdaftar dalam asuransi nelayan. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya.

Namun untuk 2020, tidak ada penambahan jumlah nelayan di Riau penerima asuransi lantaran anggaran untuk di kementerian terkait juga dialihkan untuk penanganan COVID-19. (MCR/fdl)

Video

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Gubernur Corner (14 November 2020)

Berita Terkait

Dalam Catatan BPBD Riau, 3 Daerah di RiauTerpapar Banjir

Selasa, 24 November 2020 | 12:13:07 WIB

BPBD Riau: Banjir di Pelalawan Terus Dipantau

Ahad, 22 November 2020 | 18:34:21 WIB

Petugas Bandara SSK II Temukan 6.594 Butir Ekstasi

Sabtu, 21 November 2020 | 19:10:26 WIB

Pertama di Riau, Rokok Ilegal Jadi Pupuk

Rabu, 18 November 2020 | 15:09:02 WIB