Selasa, 9 Rabiul Akhir 1442 H | 24 November 2020
Asisten Deputi (Asdep) Tanggap Cepat Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Iwan Eka Septiawan

PEKANBARU - Asisten Deputi (Asdep) Tanggap Cepat Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, Iwan Eka Septiawan memaparkan peran Kemenko PMK dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Disampaikannya saat Rapat Koordinator (Rakor) bersama Pemerintah Provinsi Riau terkait sinergitas dalam peningkatan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, yang telah berlangsung di Hotel Pangeran, Kamis (09/07/2020).

Dijelaskan Iwan Eka bahwa Karhutla merupakan bencana hidrometeorologi yang rutin terjadi setiap tahun dan di Pulau Sumatera untuk daerah yang rawan terjadi karhutla ada 4 daerah diantaranya Aceh, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).

"Namun saat ini sudah 3 provinsi yang telah menetapkan siaga darurat Karhutla 2020 yaitu Provinsi Riau sejak 11 Februari hingga 31 Oktober 2020, Provinsi Sumsel sejak 20 Mei hingga 31 Oktober 2020 dan terakhir Jambi 29 Juni  hingga 29 September 2020," ujarnya.

Dilanjutkan Iwan Eka, Koordinasi, Sinkronisasi dan Pengendalian (KSP) kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana Kemenko PMK terdiri dari 3 bagian yaitu pertama, prabencana /normal dengan menyiapkan kesiapsiagaan dan rambu - rambu bencana.

Kedua, tanggap darurat dengan mengaktivasi sistem tanggap darurat seperti menentukan status keadaan darurat, mengkaji secara cepat dan tepat pada lokasi karhutla, melakukan penyelamatan dan evakuasi serta melindungi kelompok yang rentan.

"Kemudian yang terakhir pasca bencana yaitu melakukan pemulihan dan penguatan korban bencana alam dengan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi," pungkasnya. 

Iwan Eka menuturkan hal penting peningkatan kesiapsiagaan bencana Karhutla diantaranya mewaspadai bahwa 95 persen karhutla disebabkan oleh ulah manusia, serta meningkatkan pengawasan dengan melakukan patroli.

"Selanjutnya melakukan pemantauan hotspot atau titik api, tata kelola gambut serta antisipasi cepat siaga darurat," tutupnya. (MCR/DW)

Video

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Gubernur Corner (14 November 2020)

Berita Terkait

Mantan Kadinsos Riau Terima Penghargaan Bintang LVRI

Selasa, 24 November 2020 | 18:51:50 WIB

Pengelola BUMDes Diminta Tingkatkan Wawasan

Selasa, 24 November 2020 | 15:39:52 WIB

Anak Wapres Ma’aruf Amin Silaturahim ke LAMR

Selasa, 24 November 2020 | 15:36:33 WIB

Wagubri Ingatkan Sanksi Bagi ASN tak Netral di Pilkada

Selasa, 24 November 2020 | 14:29:52 WIB

LVRI Berikan Tanda Penghargaan Ke 6 Veteran Provinsi Riau

Selasa, 24 November 2020 | 14:16:13 WIB

Kasus Penderita DBD Riau Turun Drastis

Selasa, 24 November 2020 | 13:52:12 WIB

Sinergitas Diperlukan Untuk Pencegahan Narkoba 

Selasa, 24 November 2020 | 13:35:35 WIB

Harga Sawit Naik Jadi Rp2.181,87 per Kg

Selasa, 24 November 2020 | 12:19:55 WIB

Gubri Akan Jadi Pembicara Dalam ICCF 2020

Selasa, 24 November 2020 | 11:24:03 WIB

Satgas Ingatkan Masyarakat Untuk Tetap Taat Prokes

Selasa, 24 November 2020 | 11:21:31 WIB

Wagubri Resmikan Rakerda LVRI Provinsi Riau Tahun 2020

Selasa, 24 November 2020 | 11:07:04 WIB

Sekdaprov Riau Hadiri Muspim Korpri 2020 Secara Virtual

Selasa, 24 November 2020 | 11:03:46 WIB