Selasa, 9 Rabiul Akhir 1442 H | 24 November 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Kepala pelaksana BPBD Riau Edward Sanger

PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, mendapatkan bantuan alat canggih dalam memonitor Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Alat bernama Mondopet tersebut dapat terintegrasi dengan berbagai pihak, serta bisa menampilkan titik hotspot, lokasi keberadaan petugas terdekat serta titik air yang bisa dijangkau.

Kepala pelaksana BPBD Riau Edward Sanger mengatakan, alat Mondopet tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dimana, pihak BPBD Riau mengajukan bantuan alat tersebut pada 2017 lalu, dan baru terealisasi secara maksimal pada 2020.

"Jadi kami ajukan bantuan alat tersebut pada 2017 lalu, alhamdulillah baru pada 2020 ini, alat tersebut bisa digunakan secara maksimal untuk melakukan pemantauan terhadap Karhutla di Riau," kata Edward Sanger, Kamis (9/7/2020).

Dengan adanya alat tersebut, lanjut Edward, pihaknya bisa memonitor secara langsung jika terdapat titik hotspot di Riau. Kalau ditemukan ada titik hotspot, maka pihaknya juga bisa langsung mengetahui petugas mana yang paling terdekat dari lokasi, baik itu kantor kepolisian sektor, koramil atau juga kantor BPBD setempat.

"Jadi bisa langsung kita informasikan langsung ke petugas terdekat untuk menuju lokasi guna melakukan pemadaman. Melalui alat tersebut, juga bisa dicek sumber air terdekat berikut ketersediaan airnya," jelasnya. (MCR/MS) 

Video

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Gubernur Corner (14 November 2020)

Berita Terkait

Dalam Catatan BPBD Riau, 3 Daerah di RiauTerpapar Banjir

Selasa, 24 November 2020 | 12:13:07 WIB

BPBD Riau: Banjir di Pelalawan Terus Dipantau

Ahad, 22 November 2020 | 18:34:21 WIB

Petugas Bandara SSK II Temukan 6.594 Butir Ekstasi

Sabtu, 21 November 2020 | 19:10:26 WIB

Pertama di Riau, Rokok Ilegal Jadi Pupuk

Rabu, 18 November 2020 | 15:09:02 WIB