Kamis, 11 Rabiul Akhir 1442 H | 26 November 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Kepala Dinas Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan telah menetapkan nomenklatur baru terkait beberapa istilah yang sebelumnya digunakan dalam upaya penanganan covid-19.

Nomenklatur baru tersebut, dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 413 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Kata Mimi, penggunaan istilah-istilah baru yang tertuang dalam Permenkes tersebut akan lebih dulu disosialisasikan kepada seluruh stake holder yang terlibat dalam penanganan covid-19 di wilayah setempat untuk menyamakan persepsi.

"Terdapat nomenklatur baru yang akan disesuaikan kedepannya," ujarnya.

Kata Mimi, ada sejumlah istilah yang nanti akan digunakan, yang pertama adalah "Kasus Suspek".

"Yang dimaksud Kasus Suspek adalah orang yang memiliki gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah transmisi lokal," kata Mimi. 

Lanjutnya, Kasus Suspek juga digunakan untuk orang yang memiliki gejala ISPA dan memiliki riwayat kontak dengan pasien positif covid-19 serta ISPA berat yang perlu perawatan di rumah sakit, tapi tidak ada pemberat lainnya. 

"Kemudian Kontak Erat, yakni orang tanpa gejala yang memiliki riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19," kata Mimi.

Istilah selanjutnya, sebut Mimi, adalah "Kasus Probable". Nomenklatur ini artinya adalah suspek dengan ISPA berat atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan covid-19 dan kemudian tidak dapatnya dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan PCR. 

"Kemudian Kasus Konfirmasi, di mana, seseorang dinyatakan positif terinfeksi covid-19 yang dibuktikan dari hasil pemeriksaan laboratorium PCR. Ada yang bergejala, tidak bergejala, ada yang bergela ringan, sedang hingga berat," demikian Mimi. (MCR/ger)

Video

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Berita Terkait

Perlu Komitmen Bersama Untuk Majukan Pendidikan di Riau

Rabu, 25 November 2020 | 19:43:30 WIB

DLHK Riau Sebut Pembangunan Kanal Blocking Masih Berjalan

Rabu, 25 November 2020 | 19:02:14 WIB

Gubernur Riau: Guru Garda Terdepan Majukan Negeri

Rabu, 25 November 2020 | 18:54:12 WIB

Gubri: Pemerintah Kembali Angkat Guru Honorer Jadi PPPK

Rabu, 25 November 2020 | 15:02:11 WIB

Pemprov Riau Akan Usulkan 8 Ribu Guru Honorer Jadi PPPK

Rabu, 25 November 2020 | 14:51:26 WIB

Inilah 16 Alusista Terbaru Batalyon Arhanud 13/PBY

Rabu, 25 November 2020 | 14:12:28 WIB

Wagubri Paparkan Peran Zakat di Masa Pandemi Covid-19

Selasa, 24 November 2020 | 23:53:07 WIB

Wagubri Buka Rakorda BAZNAS Se-Riau 2020

Selasa, 24 November 2020 | 23:49:10 WIB