Ahad, 20 Zulhijjah 1441 H | 09 Agustus 2020

Info

Gubernur Riau, H Syamsuar (kemeja putih) ketika hadir di acara peremajaan sawit rakyat di Desa Muara Dua, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

BENGKALIS - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebutkan bahwa sektor pertanian di Riau saat ini terus dikembangkan. Yang terbaru, sektor pertanian yakni dari komoditi nanas dan kencur terus dikembangkan karena mempunyai nilai ekspor.

"Untuk tanaman nanas, daerah pengembangan saat ini yakni Kabupaten Kampar, Siak dan Dumai. Produksinya selama ini sudah mencapai 132 ribu ton.
Kemudian kencur, daerah pengembangan Kabupaten Indragiri Hilir, dengan luas lahan 20 ha, dan masih ada potensi 200 ha," kata Gubri Syamsuar, Jumat (24/7/2020). 

Lebih lanjut dikatakannya, untuk nanas dan kencur ini, selama ini sudah menjadi komoditi ekspor Riau. Negara tujuannya yakni Malaysia dan Singapura, dua jenis tanaman ini masih sangat menjanjikan jika terus dikembangkan.

"Selain dua tanaman tersebut,  padi organik juga terus dikembangkan. Daerah pengembangan yang dicanangkan yakni Kabupaten Pelalawan," sebutnya, ketika hadir di acara peremajaan sawit rakyat di Desa Muara Dua, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Menurut Gubri, lahan yang sudah dikembangkan untuk padi organik yakni 6.741 hektare (ha) dengan produksi pertahun sebanyak 24.467 ton.

"Untuk potensi lahan yang masih bisa dikembangkan yakni seluas 18 ribu ha," tandasnya. (MCR/MS) 

Video

Rapat Pembahasan Perbatasan Bengkalis (Indonesia) Dengan Malaysia

Ucapan Dan Harapan Masyarakat Provinsi Riau Bersempena Hari Jadi Provinsi Riau Ke-63

Gubernur Corner (1 Agustus 2020)

Berita Terkait