Rabu, 6 Safar 1442 H | 23 September 2020

Info

PEKANBARU - Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tidak lagi merupakan zona hijau Covid 19. Tapi sudah masuk zona merah dan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid 19. 

Pupusnya harapan kabupaten yang sebelumnya jadi kebanggaan Riau bebas dari penularan Covid 19 tersebut, setelah tim satuan tugas penanganan Covid 19 Riau merilis adanya 18 kasus positif Covid 19 yang terkomfirmasi di Rohil. Dimana jumlah tersebut juga merupakan kasus tertinggi dari 50 kasus beberapa kabupaten kota lainya yang diumumkan tim satuan tugas Covid-19 Riau sebelumnya.

Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yunani Nazir, dimana sebelumnya ia menyampaikan jika saat ini diperkirakan penularan Covid 19 di Rohil masih ada penyebaran. Hal itu sesuai dengan informasi tracking kontak pasien dan juga riwayat perjalanan pasien yang saat sedang di tracking tim satuan tugas Covid 19 Kabupaten Rohil. 

Ia mengatakan, Rohil sebelumnya termasuk aman dari penyebaran Covid 19, bahkan sesuai status, Rohil satu-satunya daerah di Riau yang sebelumnya zona hijau Covid 19. Namun semua itu juga tidak bisa bertahan sesuai kondisi yang terjadi saat ini. Meskipun sebelumnya pemerintah setempat sudah berupaya maksimal untuk terus berjuang mempertahankan. 

"Rohil  sempat bertahan zona hijau lebih kurang selama 4 bulan, setelah terkomfirmasi 18 kasus lansung berubah jadi zona merah. Bahkan saat ini masih diperkirakan masih ada perluasan penyebaran," ujarnya.

Terkonformasinya pasien positif di Kabupaten Rohil ini jelasnya, setelah adanya tracking kontak dan riwayat perjalanan pasien positif sebelumnya. Ditambah lagi dengan adanya pelaksanaan tes swab massal yang terus digesa oleh tim satuan tugas Covid 19 dalam rangka pendeteksian cepat penyebaran serta program pemutusan mata rantai Covid 19. 

Sedangkan terkait status penerapan new normal di Kabupaten Rohil, ia mengatakan jika program new normal tetap jalan. Karena program New normal tersebut merupakan langkah tatanan hidup baru yang bukan berarti bebas dari virus corona atau Covid 19. 

Sebelumnya katanya,  juga sudah disampaikan oleh gubernur Riau, jika new normal itu bukan berarti telah bebas dari penyebaran Covid 19. Tapi merupakan program membiasakan diri sesuai protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker yang tidak hanya digunakan saat terjadi kasus Covid 19,  tapi juga setiap bepergian  yang bisa mengantisipasi dari penularan virus. 

"Jadi new normal itu tetap jalan dan tidak ada yang dicabut statusnya. Ysng pasti saat ini kita mengimbau masyarakat khusus Rohil agar terus meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Karena dan istilah menerapkan protokol kesehatan itu kunci untik bisa terhindar dari penularan Covid 19," tuturnya. (MCR/AZ)

Video

Gubernur Corner (19 September 2020)

Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Riau Dan Wali Kota Pekanbaru Membahas Tentang PSBM

Konferensi Pers Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru Terkait Pelaksanaan PSBM di Kota Pekanbaru

Berita Terkait