Senin, 4 Safar 1442 H | 21 September 2020

Info

Peluncuran Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di Destinasi wisata Rumah Singgah Sultan, Kampung Bandar, Kota Pekanbaru, (Foto Dispar Riau).

PEKANBARU-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di lima destinasi wisata di Provinsi Riau, Selasa.

“Kita harus sama-sama jaga kalau Pekanbaru, Riau ini ingin jadi tujuan wisata. Seharusnya zona hijau COVID-19 makin landai, maka wisatawan akan datang,” kata Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hasan Abud, saat peluncuran Gerakan BISA di Kota Pekanbaru.

Ia menjelaskan Gerakan BISA merupakan program Kemenparekraf untuk mengantisipasi dampak pandemi COVID-19. Khusus di Riau, program tersebut dipilih di lima destinasi wisata yang ada di tiga daerah, yaitu  Taman Tunjuk Ajar Integritas dan Taman Tuan Kadi (Kota Pekanbaru), Pulau Cinta (Kabupaten Kampar), Istana Siak Sri Indrapura serta Makam Koto Tinggi (Kabupaten Siak).

"Di Riau ada 300 pelaku Parekraf yang dilibatkan dan berasal dari tiga daerah tersebut," ucap Hasan Abud ketika diwawancarai wartawan, di destinasi wisata Rumah Singgah Sultan, Kampung Bandar, Kota Pekanbaru, Selasa (4/8/2020). 

Hasan menjelaskan program itu semacam kegiatan padat karya yang mengikutsertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan destinasi pariwisata. Sehingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya siap memasuki masa adaptasi kebiasaan baru di tengah kondisi wabah Virus Corona.

Ia mengakui selama lima bulan teraknir sangat berdampak pada anjloknya aktivitas dan pendapatan dari sektor pariwisata mulai dari turunnya jumlah wisatawan, hingga sepinya perhotelan, restoran dan industri kreatif lainnya.

“Kita belum tahu sampai kapan wabah COVID-19 ini berakhir, tapi kita tidak mungkin tinggal diam. Perlu kesadaran bersama untuk menerapkan protokol kesehatan karena wisatawan datang mencari hiburan, bukan nyari penyakit,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat menambahkan kegiatan peluncuran Gerakan BISA pada  Selasa (4/8) dilaksanakan secara virtual mengunakan aplikasi zoom meeting di masing-masing destinasi wisata. 

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan aktiftas gotong royong, mempersiapkan tempat sampah, alat-alat kebersihan, pengecatan papan informasi COVID-19, wastafel, tempat cuci tangan, thermogun dan alat semprot disinfektan.

Pemerintah melalui Kemenparekaf memberikan bantuan berupa tempat sampah permanen dan tempat sampah plastik, alat cuci tangan, gerobak dorong, cangkul, sapu lidi, cat minyak, tiner, kuas cat, ditambah lagi sarung tangan kerja, disinfektan beserta alat semprot disinfektan, masker kain, pakaian seragam, signage atau papan informasi publik di destinasi wisata, papan informasi COVID-19 dan alat pengukur suhu.

Adapun tujuan kegiatan ini digelar untuk pemberdayaan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak ekonominya pasca COVID-19. 

Kemudian, bisa mendorong perbaikan indikator Health and Hygiene dan Safety and Security di lingkungan destinasi pariwisata untuk peningkatan peringkat Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI), mendukung destinasi pariwisata serta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengantisipasi kondisi tatanan kehidupan baru pasca COVID-19 sesuai prinsip higienis dan sanitasi yang baik.

“Semoga apa yang diberikan berupa bantuan ini bisa bermanfaat dan didayagunakan untuk kebaikan kita semua,” kata Roni Rakhmat. (MCR/ASN). 

Video

Gubernur Corner (19 September 2020)

Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Riau Dan Wali Kota Pekanbaru Membahas Tentang PSBM

Konferensi Pers Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru Terkait Pelaksanaan PSBM di Kota Pekanbaru

Berita Terkait