Rabu, 6 Safar 1442 H | 23 September 2020

Info

PEKANBARU -  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, saat menjadi narasumber dalam acara Webinar Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kemarau Selasa (4/8/2020) memaparkan sejumlah strategi yang sudah dilakukan oleh Satgas dalam melakukan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau. 

Sejumlah upaya yang dilakukan Pemprov Riau bersama stakeholder terkait dinilai sukses dalam menekan angka luas lahan terbakar di Riau. 

Terbukti,  jika dibandingkan pada priode yang sama dengan tahun 2019, luas lahan terbakar di Provinsi Riau mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada priode 1 Januari 2019 hingga 2 Agustus 2019 lalu total luas lahan terbakar di Provinsi Riau mencapai 4.733,57 hektare sedangkan tahun ini dipriode yang sama luas lahan terbakar hanya sekitar 1.381,30 hektare.

"Jadi kalau kita bandingkan pada priode yang sama dengan tahun lalu penurunan luas lahan terbakar di Riau bisa sampai 71 persen," kata Edwar.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, luas lahan terbakar di Provinsi Riau hingga 2 Agustus 2020 mencapai 1.381,30 hektare.  Sedangkan untuk pantuan hotspot sebanyak 697 priode Januari hingga Agustus 2020. 

Edwar merincikan dari total 1.381,30 hektare lahan di Provinsi Riau yang terbakar tersebar di sejumlah kabupaten dan Kota. Diantaranya di Rohul seluas 2,5 hektare, Rohil 52,25 hektare, Dumai 118,1 hektare,  Bengkalis 357,6 hektare, Kepulauan Meranti 41,7 hektare, Siak 167,64 hektare, Pekanbaru 15,41 hektare, Kampar 22,5 hektare, Pelalawan 103,35 hektare, Inhu 49,25 hektare dan di Inhil 451 hektare.

"Sedangkan untuk kabupaten Kuansing hingga saat ini masih Nihil Karhutla," katanya. (MCR/SA).

Video

Gubernur Corner (19 September 2020)

Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Riau Dan Wali Kota Pekanbaru Membahas Tentang PSBM

Konferensi Pers Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru Terkait Pelaksanaan PSBM di Kota Pekanbaru

Berita Terkait