Senin, 4 Safar 1442 H | 21 September 2020

Info

PEKANBARU - Hingga kini penularan dan penyebaran Covid 19 di Riau masih terus mengalami peningkatan. Bahkan beberapa hari belakangan ini terus ada penambahan drastis yang kembali menimbulkan kekwatiran pada masyarakat. 

Peningkatan Pasien konfirmasi positif Covid 19 di Riau tersebut, setelah tim satuan tugas penanganan Covid 19 Riau yang terus menggesa berbagai program pendeteksian. Mulai dari tracking kontak pasien positif sebelumnya sampai dengan menggesa tes swab massal di berbagai daerah di Riau.

Saat ini, pasien yang terkomfirmasi positif Covid 19 dari hasil tracking kotak dan tes swab massal tersebut sudah hampir merata disemua kalangan. Baik di tingkat masyarakat umum sampai pejabat pemerintahan maupun swasta. Artinya untuk penularan Covid 19 ini kembali terbukti tidak memandang siapa, dari mana dan dari kalangan apa.

Dengan adanya pemerataan kalangan terkomfirmasi positif Covid 19 ini, sikap-sikap Bullying terhadap para pasien positif Covid 19 yang sebelumnya sempat tersudtkan dan dikucilkanpun mulai menghilang. Yang ada masyarakat hanya merasa kwatir dan merasa ragu juga bisa terkomfirmasi seperti pasien lainya. Sehingga masyarakat pun mulai menyadari lebih baik memeriksakan diri agar bisa bebas dari rasa kekwatiran. 

Justru yang terjadi saat ini malah sebaliknya, yang jadi sasaran bully justru yang belum melakukan pemeriksaan atau tes swab. Karena dinilai diragukan karena belum ada hasil atau bukti bebas dari tertular Covid 19. 

Hal tersebut sesuai yang disampaikan oleh salah seorang warga Pekanbaru, Riau, Zul Hendra, yang sebelumnya sempat jadi korban bully karena belum melalukan swab. Akhirnya pun ia mengikuti tes swab massal yang diselenggarakan satuan tugas penanganan Covid 19 Riau dengan hasil negatif. 

"Kalau dulu yang terkomfirmasi positif kenak bully bahkan dikucilkan. Kalau sekarang terbalik yang belum swab justru dilakukan karena belum ada bukti bebas dari penularan Covid 19," katanya. 

Awalnya katanya, ia sempat takut untuk melakukan tes swab karena takut terkomfirmasi positif. Namun setelah menyadari jika pun terkonfirmasi bisa segera diatasi. Sehingga ia meyakinkan diri siap menerima apapun hasil dari tes swab ini. 

"Sekarang tak ada lagi yang membully saya karena saya sudah punya bukti," katanya dengan tertawa riang. 

Sebagaimana diketahui,  jauh hari sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yunani Nazir juga sudah menyampaikan tidak perlu takut untuk melakukan tes swab atau memeriksakan terkait Covid 19 ini. Karena dengan melakukan pemeriksaan itu justru lebih baik dan bisa segera diatasi. Sehingga rasa ragu dan kekwatiran masyarakat pun akan hilang. 

"Untuk itu kita terus menghimbau masyarakat untuk tidak perlu takut malakukan tes swab," tuturnya.(MCR/AZ)

Video

Gubernur Corner (19 September 2020)

Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Riau Dan Wali Kota Pekanbaru Membahas Tentang PSBM

Konferensi Pers Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru Terkait Pelaksanaan PSBM di Kota Pekanbaru

Berita Terkait