Jumat, 14 Rabiul Awwal 1442 H | 30 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Kepala BPBD Riau Edwar Sanger

PEKANBARU-Satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Riau mencatat sedikitnya 1.381 hektare lahan di Bumi Lancang Kuning terbakar sejak Januari hingga awal Agustus 2020 ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, yang juga Wakil Komandan Satgas Karhulta Riau, Edwar Sanger, dalam webinar Kesiapan Riau Menghadapi Musim Kemarau, mengatakan luasan lahan terbakar itu menurun signifikan dibanding periode yang sama 2019 lalu yang mencapai 4.733,57 hektare (Ha).

“Riau merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menetapkan status siaga sejak 6 Februari 2020 dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2020 mendatang. Penetapan status siaga di awal tahun itu memberikan dampak signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla,” ujar Edwar Sanger. 

Dijelaskannya, ada lima kabupaten dan kota yang tercatat masih mengalami kebakaran cukup luas pada 2020 ini yakni Indragiri Hilir 451 Ha, Bengkalis 357 Ha, Siak 167 Ha, Kota Dumai 118 Ha dan Pelalawan 103,35 Ha.

Sementara sejumlah kabupaten kota lainnya menyumbang luas kebakaran bervariasi antara 2,5 hektare hingga 52 hektare. Dari 12 kabupaten dan kota di Riau, ia mengatakan hanya Kabupaten Kuantan Singingi yang tercatat masih bebas dari Karhutla.

Menurut Edwar, penetapan status siaga Karhutla di awal tahun merupakan langkah positif, terutama menyatukan sinergi antar institusi. Riau sendiri tercatat pernah mengalami kebakaran hebat pada 2015 silam dan terus berbenah tiap tahunnya. 

Salah satunya, penetapan status siaga di awal tahun. Penetapan status siaga Karhutla kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Satgas melibatkan multi sektor. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, masyarakat hingga dunia usaha.

Selain penetapan siaga dan pembentukan Satgas Karhutla, Edwar mengatakan pemerintah provinsi Riau juga mengeluarkan 13 kebijakan strategis. Diantaranya adalah pemetaan daerah rawan Karhutla. Dia menyebut, tercatat 99 kecamatan dan 346 desa di Riau yang rawan Karhutla.

Kemudian, kebijakan lainnya adalah melibatkan perusahaan yang beroperasi di Riau untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran.  Dia mengatakan dukungan seluruh sektor sangat penting dalam upaya menekan Karhutla demi mewujudkan Riau Bebas Asap. MCR/JI

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

Gubri Serahkan Dana Zakat Baznas Riau Tahun 2020

Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:05:11 WIB

Kelas Kominfo Hadir Riau, Begini Penjelasannya

Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:51:48 WIB

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Riau Capai 10.534 orang

Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:35:59 WIB

1.912 Spesimen Swab Telah Diperiksa Hari Ini

Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:28:20 WIB

Gubri Telah Tetapkan UMP Riau 2021

Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:18:33 WIB

Gubri Ikuti Hari Sumpah Pemuda ke-92 Secara Virtual

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:20:17 WIB