Sabtu, 2 Safar 1442 H | 19 September 2020

Info

PEKANBARU - Perekonomian Riau berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2020 mencapai Rp168,10 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp117,56 triliun.

"Ekonomi Riau triwulan II-2020 terhadap triwulan II-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 3,22 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, LapanganUsaha Jasa Perusahaan mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 47,28 persen," kata Kepala BPS Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Kamis (6/8/2020).

Dari sisi pengeluaran, kata Misfaruddin, Komponen Pengeluaran
Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami kontraksi pertumbuhan masing-masing sebesar 5,80 persen dan 3,83 persen. Pertumbuhan positif hanya terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa.

"Sedangkan, ekonomi Riau triwulan II-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 4,49 persen
(q-to-q)," ujarnya.

Lalu, dari sisi produksi, LapanganUsaha Jasa Perusahaan mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 38,14 persen. Sementara darisisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami kontraksi pertumbuhan masing-masing sebesar 8,11 persen dan 5,62 persen.

Ekonomi Riau semester I-2020 terhadap semester I-2019
mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,50 persen. Ekonomi Riau triwulan II-2020 jika dihitung tanpa migas mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,70 persen (y-on-y).

"Secara spasial, pada triwulan II-2020 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,45 persen terhadap perekonomian nasional. Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia atau PDRB terbesar kedua di luar Pulau Jawa," ujarnya. (MCR/PR)

Video

Gubernur Riau Hadiri Panen Perdana Kebun Jagung Kelompok Tani Goro SAE Riau

Gubernur Corner (12 September 2020)

Gubernur Riau Meninjau Penempatan Pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Di Rumah Sehat Rusunawa Rejosari

Berita Terkait