Sabtu, 2 Safar 1442 H | 19 September 2020

Info

PEKANBARU - Sekretaris Jenderal Badan Pengelola Perbatasan Nasional, Suhajar Diantoro mengatakan bahwa pembahasan abrasi di Provinsi Riau sudah sampai tingkatan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

"Penanganan abrasi ini pak Luhut ingin ditangani secara conferensif," Suhajar Saat rapat terkait perbatasan Bengkalis Indonesia dan Selat Malaka Malaysia di Ruang Kerja Gubernur Riau, Kamis (06/08/2020).

Dikatakannya, a bersama Gubernur Riau, Syamsuar mengawal bahwa penanganan abrasi itu harus masuk dalam Rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Presiden.

"Alhamdulillah dalam RPJM Sumatra dan yang lain, itu abrasi masuk di dalamnya RPJM Presiden," kata Suhajar.

Ia mengungkapkan bahwa abrasi yang terjadi di Kabupaten Bengkalis yang ada di Provinsi Riau berbeda dengan abrasi di daerah lain.

"Abrasi di Bengkalis, tingkat abrasinya lebih parah dibandingkan tempat lain," ucapnya.

Tambahnya, abrasi yang ada di Bengkalis dan Riau mendapat 2 argumentasi sekaligus untuk diperjuangkan di RPJM Presiden, yang pertama yaitu merusak perekonomian karena pohon kelapa habis dan ini juga menjadi alasan membuat proyek abrasi.

"Tambahan abrasi bengkalis dan sekitarnya bahwa abrasi tersebut telah merusak aset negara yaitu titik-titik referensi negara, sehingga Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) menganggap mengatasi abrasi diperbatasan dua kali lipat lebih penting," tuturnya.(MCR/SEM)

Video

Gubernur Riau Hadiri Panen Perdana Kebun Jagung Kelompok Tani Goro SAE Riau

Gubernur Corner (12 September 2020)

Gubernur Riau Meninjau Penempatan Pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Di Rumah Sehat Rusunawa Rejosari

Berita Terkait