Senin, 13 Safar 1443 H | 20 September 2021
Masyarakat Perbatasan Dilarang Menangkap Ikan di Dekat Boya Milik Pemerintah Malaysia
Aktifitas nelayan di Tanjung Medang Rupat utara, Kabupaten Bengkalis, Riau, daerah ini berbatasan langsung dengan perairan negara jiran Malaysia (FOTO: MC Riau/Heru Maindikali)

PEKANBARU - Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Suhajar Diantoro, menjelaskan lampu suar navigasi lalu lintas laut (Boya) di Selat Malaka perbatasan Indonesia-Malaysia yang dianggap masyarakat milik Indonesia adalah milik Malaysia. Hal tersebut diungkapkan Suhajar saat bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau, Kamis (6/8/2020). 

Sebelumnya Suhajar telah mendapat surat dari Gubernur Provinsi Riau serta Bupati Bengkalis terkait Boya yang dianggap masyarakat milik Indonesia. Masalah terjadi saat nelayan Bengkalis mencari ikan di perairan dekat Boya tersebut, karena Polisi Laut Malaysia memperingatkan agar nelayan tidak mencari ikan di dekat Boya yang dimaksud. 

"Kemarin saya sudah bertemu dengan Pak Gubernur, saya menjelaskan posisi letak suar (boya) sebagaimana dilaporkan oleh Gubernur Riau merupakan Lampu Suar Navigasi Lalu Lintas Laut milik pemerintah Malaysia, hal ini mengacu pada UU Nomor 2 Tahun 1971 tentang penetapan Batas Negara RI-Malaysia di Selat Malaka," kata Suhajar di Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (7/8/2020).

"Berdasarkan hal tersebut, bahwa nelayan Indonesia yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Malaysia sangat beralasan apabila dilarang oleh Pemerintah Malaysia" ujar Suhajar. 

Suhajar mengatakan sebagaimana hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan bahwa tanda Lampu Suar Navigasi Laut Indonesia berada pada sisi dalam dari Batas Landas Kontinen yang di sepakati. Ia menambahkan BNPP dan Pemerintah Riau sepakat akan melakukan Sosialisasi terkait Batas Negara Wilayah Laut di Selat Malaka.

"Danlanal Dumai serta Kapolda Riau menyampaikan sesuai dengan Hasil peninjauan ke lapangan, lokasi Lampu Suar Navigasi Laut di maksud, letak dan posisinya berada di wilayah Perairan Malaysia, Kapal Angkatan Laut mengamati dari posisi batas negara sejauh lebih 3 mil," pungkasnya.

Sementara, Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, saat ini sudah ada penjagaan dari negara Malaysia sehingga nelayan Indonesia yang biasanya beraktivitas di sana sudah tidak bisa mendekati Boya tersebut untuk mencari ikan seperti biasanya lagi. 

"Kalau dilihat berdasarkan peta Riau lokasi Boya tersebut memang dibangun di wilayah negara Malaysia. Tetapi ada juga nelayan Indonesia menganggap Boya itu milik Indonesia sehingga nelayan kita mencari ikan dekat Boya itu. Saat ini sudah ada penjagaan dari negara Malaysia sehingga nelayan Indonesia yang biasanya beraktivitas di sana sudah tidak bisa mendekati Boya," kata Syamsuar. (MC Riau/red3).
 

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

OJK Riau Bersama Kadin Bengkalis Gelar Vaksinasi Massal

Sabtu, 18 September 2021 | 22:24:37 WIB

Gubernur Riau Tinjau Serbuan Vaksin Lanal Dumai di Bengkalis

Selasa, 07 September 2021 | 09:59:12 WIB

Cegah Abrasi, Gubernur Riau Tanam Bakau di Pulau Bengkalis

Senin, 06 September 2021 | 22:31:38 WIB

Gubernur Riau ajak Santri Bantu Perangi Narkoba

Senin, 06 September 2021 | 20:48:11 WIB

Tim Gabungan Tangkap Perambah di SM Giam Siak Kecil Riau

Jumat, 27 Agustus 2021 | 16:41:54 WIB

Tancap Gas, Pertamina Bor Sumur ke-6 di Blok Rokan

Selasa, 17 Agustus 2021 | 23:07:54 WIB

Ratusan Warga Suku Sakai Disuntik Vaksin Corona

Ahad, 15 Agustus 2021 | 10:03:36 WIB

Bengkalis Siapkan RS Darurat di Rupat Utara

Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:41:18 WIB

Bengkalis Tertinggi Realisasi TKDD di Riau

Kamis, 22 Juli 2021 | 20:00:52 WIB