Jumat, 14 Rabiul Awwal 1442 H | 30 Oktober 2020

Info

PEKANBARU--Tim Pengabdian Unri mengenalkan Inovasi Teknologi Lidi Sawit menjadi produk hand made di Desa Sako Margasari, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi.

Sebelum kedatangan tim Pengabdian Unri ini, lidi sawit selama ini kurang termanfaatkan, sebagai produk bagi masyarakat terutama masyarakat desa yang memiliki potensi lahan sawit yang besar.

Melihat potensi ini, tim Pengabdian Universitas Riau langsung melakukan penyuluhan dan pengenalan inovasi teknologi lidi sawit, menjadi produk hand made dalam program pengabdian masyarakat di Desa Sako Margasari, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuangan Singingi, Riau, Sabtu (25/7/2020) lalu.

Awal kedatangan tim pengabdian dari Unri ini, tim melihat tanaman sawit yang memiliki potensi lidi sawit yang besar, selama ini tidak termanfaatkan dengan baik disana.

Ketua tim Pengabdian Unri, Dr Adianto S.Sos MSi, Sabtu (8/8/2020) mengatakan, pihaknya melihat ternyata bisa diubah menjadi produk industri kecil berbentuk hand made yang memiliki nilai ekonomi. 

''Dengan inovasi teknologi lidi sawit ini, hal ini tentunya akan membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa yang memiliki potensi lidi sawit di wilayah desanya,'' jelasnya.

Memperkenalkan inovasi teknologi lidi sawit ini, Tim Pengabdian Universitas Riau dan Mahasiswa Kukerta Terintegrasi Abdimas 2020 beserta Sang Inovator Bapak Trimo telah mempraktekkan langsung proses inovasi teknologi lidi sawit menjadi produk hand made kepada masyarakat di Desa Sako Margasari, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuangan Singingi.
Bapak Trimo ini sengaja didatangkan langsung oleh Tim Pengabdian Universitas Riau dan Mahasiswa Kukerta Terintegrasi Abdimas 2020 dari Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Tujuannya, agar masyarakat mudah paham dan menyerap ilmu dari beliau.

''Pemanfaatan lidi sawit sebagai produk industri kecil berbentuk hand made  belum banyak dilakukan oleh masyarakat desa, khususnya desa yang memiliki potensi kebun sawit yang besar. Oleh karena itu, kami memgenalkan hal ini kepada masyarakat bahwa pohon sawit masih banyak yang bisa dimanfaatkan, termasuk lidinya,'' kata Dr Adianto S.Sos M.

Ia berharap, kegiatan ini bisa dipahami oleh masyarakat desa, tentunya kedepannya akan membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki sumber pendapatan baru yang berasal dari pemanfatan lidi sawit sebagai produk hand made dan  memiliki nilai ekonomi yang besar. 

''Kedepannya hal ini tentunya akan mendorong peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi yang ada didesanya,'' tambahnya.

Menanggapi pengenalan teknologi ini ke masyarakatnya, Kepala Desa (Kades) Sako Margasari Arifin S.PDi mengatakan, sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Universitas Riau dan Mahasiswa Kukerta Terintegrasi Abdimas 2020 di wilayah nya. 

Kades menyatakan, Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakatnya dalam membuka kesempatan untuk menambah pendapatan bagi keluarganya. 

''Tinggal kembali kepada masyarakatnya lagi, memiliki keinginan tidak untuk mau berubah dan melakukan pemanfaatan lidi sawit sebagai produk hand made,'' kata Kades. 

''Apabila dilakukan dan diterapkan, kedepannya tentunya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat itu sendiri,'' pungkasnya.(MCR/HB)

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

Riau Bertambah 247 Kasus Terkonfirmasi dan 299 Sembuh

Selasa, 27 Oktober 2020 | 20:18:59 WIB

Mulai 2 November Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Berbayar

Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:38:14 WIB