Jumat, 14 Rabiul Awwal 1442 H | 30 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto, ketika memimpin apel kesiapsiagaan Satgas dan Relawan Karhutla-Covid-19 di lapangan MTQ Pekanbaru, Selasa (25/8).


PEKANBARU -  Sebanyak 1.600 relawan yang ikut uji vaksin ini diklaim telah lolos sehingga produksi massal bisa dilakukan tahun depan.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto menyebutkan, Uji klinis vaksin Covid-19 tahap pertama di Bandung, Jawa Barat, menunjukkan hasil menggembirakan.

Itu disampaikannya dalam apel kesiapsiagaan Satgas dan Relawan Karhutla-Covid-19 di lapangan MTQ Pekanbaru, Selasa (25/8).

Dia menyebutkan, vaksin Covid-19 di Indonesia diproduksi pada Januari dan Februari 2020. Akan ada 40 juta vaksin dengan sasaran daerah tertentu.

"Secara selektif melibatkan TNI-Polri, zona merah dan orange menjadi prioritas," kata Agus.

Selain zona, Agus menyebut vaksin juga diperuntukkan bagi daerah yang menjadi pusat perekonomian di Indonesia. Ini sebagai langkah menjamin pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

Menjelang produksi massal vaksin, Agus meminta pemerintah daerah bekerjasama dengan TNI-Polri menekan penyebaran Covid-19. Berikutnya memperhatikan permasalahan ekonomi agar pertumbuhannya tidak negatif.
"Putaran uang di masyarakat tingkat bawah terjaga sehingga dampak kesehatan dan ekonomi tidak berdampak ke permasalahan sosial," kata Agus.

Agus menyebut kedatangannya ke Riau atas perintah Kapolri Jenderal Idham Aziz. Selain melihat kesiapan pemerintah daerah mencegah Covid-19, Agus juga diperintahkan melihat ketahanan pangan.

Agus menjelaskan, Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan pemerintah daerah soal kelangkaan pangan dunia di tengah pandemi. Saat ini, ada 216 negara menghadapi permasalahan sama yang bisa berdampak pada ekonomi.

Untuk mengatasi ini, seluruh wilayah di Indonesia sudah meluncurkan program Kampung Tangguh. Masyarakat diajak bercocok tanam menggandeng pemerintah serta TNI-Polri menjaga ketahanan pangan.

Di Riau sendiri sudah ada program Jaga Kampung. Program ini mendapat apresiasi dari Agus karena menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19. (MCR/ASN). 

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

Pemkot Pekanbaru Rubah Strategi Penanganan Covid-19

Jumat, 30 Oktober 2020 | 12:26:30 WIB

Pekanbaru Bertambah 111 Kasus Positif Covid-19

Jumat, 30 Oktober 2020 | 09:37:46 WIB

Riau Bertambah 247 Kasus Terkonfirmasi dan 299 Sembuh

Selasa, 27 Oktober 2020 | 20:18:59 WIB

Mulai 2 November Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Berbayar

Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:38:14 WIB