Kamis, 6 Rabiul Awwal 1442 H | 22 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Tim mahasiswa kuliah kerja nyata (Kukerta) Balek Kampung Universitas Riau (Unri) di Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, sangat ulet dan kreatif. Pasalnya, mereka memproduksi sendiri handsanitizer yang akan mereka bagikan gratis kepada masyarakat.

Ketua Tim Kukerta Unri di Desa Sido Mukti, Anggun Azari mengatakan, bahwa kukerta tahun ini berbeda dengan Kukerta di tahun-tahun sebelumnya. Yang mana kukerta tahun ini disebut dengan Kukerta Balek Kampung sebagai kukerta alternatif karena kondisi Pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sedangkan, pilihan topik program untuk Kukerta Balek Kampung Unri tahun ini sendiri diantaranya mencangkup potensi desa, ketahanan pangan, serta lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Kukerta Balek Kampung ini sistemnya, kami kembali ke kampung asal kami (Pelalawan, red) untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kami pun menjalankan kegiatan ini hanya 30 hari yaitu di Desa Sido Mukti, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan," kata Anggun, Jumat (4/9/2020).

Selain itu, kata Anggun, kegiata kukerta kali ini jug terbatas guna menghindari penyebaran Covid-19.

"Kegiatan boleh, tapi dibatasi jumlah partisipannya dan pastinya harus selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, begitu pesan dari DPL kami yaitu bapak M. Yogi Riantama Isjoni, SE., MM," kata Anggun lagi.

Adapun salahsatu kegiatan yang mereka lakukan selama kukerta adalah memproduksi dan membagikan handsanitizer secara gratis kepada masyarakat di Desa Sido Mukti.

"Pembagian handsanitizer ini pun kami bagikan secara simbolis. Alhamdulillah, kegiatan kami ini juga diapresiasi baik oleh pihak kantor desa dan beberapa aparat lainnya," ujarnya.

Di tempat yang sama, Rahmah Mailani Areta atau perwakilan mahasiswa Unri yang membuat handsanitizer ini menjelaskan, bahwa handsanitizer buatan mereka terbuat dari bahan-bahan alami.

"Handsanitizer ini terbuat dari daun sirih dan jeruk nipis. Cara pembuatannya pun sangatlah mudah, yaitu dengan mengukus daun sirih yang sudah diberi air bersih, kalau sudah berubah warna dan layu, airnya didinginkan lalu dicampur dengan perasan jeruk nipis dan air dengan perbandingan 4 - 1 - 5," jelasnya.

Setelah selesai diproduksi, handsanitizer ini pun dikemas dan diberi label kukerta Unri. "Setelah selesai packing, pagi harinya kami bagikan ke masyarakat," tukasnya.

Untuk diketahui, tim mahasiswa Kukerta Balek Kampung Unri di Desa Sido Mukti ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari Anggun Azari, Sri Fitri Indayani, Rahmah Mailani Areta, Eka Dewi Susanti, Tika Riyanto, Mutiara Amalia Nuril, Ayu Wulandar, Amiril Mukminin, Andika Pratama, dan Alwinsyah Putra. (Mcr/PR)

Video

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2020

Upacara Peringatan HUT ke 75 TNI Secara Virtual

Berita Terkait

1.236 Spesimen Swab Telah Diperiksa Hari Ini

Rabu, 21 Oktober 2020 | 20:15:04 WIB

Wagubri Paparkan Tugas Dan Fungsi TKPK Provinsi Riau

Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:26:07 WIB

Hari Ini 305 Pasien Covid-19 di Riau Dinyatakan Sembuh

Rabu, 21 Oktober 2020 | 18:44:16 WIB

Wagubri Gelar Raker TKPK Riau Tahun 2020

Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:59:29 WIB

BKSDA Riau Rawat Dua Anakan Primata Dari Polda Riau

Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:53:31 WIB

Gubri Ikuti Rapat Penanganan Covid bersama Menko Maritim

Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:28:00 WIB