Ahad, 7 Ramadhan 1442 H | 18 April 2021

PEKANBARU - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau tidak ingin gegabah dalam mencairkan anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19. Sebab pihaknya tidak ingin terjadi masalah dikemudian hari akibat dari ketidak hati-hatian dalam mencairkan anggaran. 

"Kita sangat hati-hati sekali, mungkin inilah yang menyebabkan realisasinya agak sedikit lambat. Karena kita kan harus konsultasi dulu dengan pihak terkait sebelum anggaran itu dicairkan. Karena kita tidak ingin dikemudian hari terjadi masalah akibat kita kurang hati-hati," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Indra SE, Kamis (10/9/2020) 

Indra mengungkapkan, realisasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Riau sudah mencapai 49,03 persen dari total anggaran yang sudah disiapkan yakni Rp 477 miliar. Anggaran untuk penanganan Covid-19 sebanyak Rp 477 miliar ini didapatkan dari penggeseran anggaran dari APBD Riau 2020.

"Anggaran untuk penanganan Covid-19 tersebut di bagi menjadi tiga pos. Yakni untuk penanganan kesehatan, kemudian untuk pemulihan ekonomi dan terakhir dialokasikan untuk jaring pengaman sosial," kata Indra. (MCR/SA)

 

Video

Gubernur Riau Melantik Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Daerah (Wantikda) Provinsi Riau

Pelantikan Penjabat Bupati Indragiri Hulu

Gubernur Riau Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang

Berita Terkait

PJ Sekdaprov Riau Tegaskan ASN Dilarang Mudik Lebaran

Sabtu, 17 April 2021 | 12:53:13 WIB

Personel Satpol PP Siaga di Zona Merah COVID-19

Kamis, 15 April 2021 | 21:21:26 WIB

Pekan Depan Pemprov Riau Mulai Gerakan Cinta Zakat

Kamis, 15 April 2021 | 19:24:02 WIB