Kamis, 17 Jumadil Akhir 1443 H | 20 Januari 2022

PEKANBARU

Pemerintah Provinsi Riau akan terus berupaya meningkatkan dan membenahi pembangunan yang ada di Bumi Melayu Riau. Untuk itu, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan akan mengusulkan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah perbatasan negara dan pulau terluar yang ada di Provinsi Riau ke Pemerintah Pusat.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti Webinar Nasional dalam rangka Pelaksanaan Forum Tematik Badan Koordinasi Kehumasan bersama Menteri Polhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Kominfo Johny G Plate di Gedung Daerah Balai Serindit, Kamis (17/9/20).

Kegiatan yang bertemakan "Mengelola Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Menuju Indonesia Maju" juga diikuti secara virtual oleh 15 Gubernur daerah wilayah perbatasan negara dan juga Bupati/Wali Kota daerah perbatasan negara.

Gubri menyebutkan, pihaknya sudah mempersiapkan usulan-usulan agar daerah perbatasan dan pulau terluar di Riau juga mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, dermaga dan jaringan internet.

Ia mencontohkan salah satu keadaan pulau terluar di Riau yakni Pulau Rupat. Sebagai kawasan strategis dalam pariwisata nasional yang mana perencanaan pembangunan pariwisata ini sudah terintegrasi dengan pembangunan pariwisata nasional. 

"Kami berharap agar pemerintah pusat bisa membantu infrastruktur yang belum selesai saat ini di Provinsi Riau," ujarnya.

Selain akan mengusulkan pembanguan infrastruktur di daerah kawasan perbatasan, orang nomor satu di Riau itu juga akan mengajukan pembangunan sentra perikanan.

"Kami juga mengusulkan adanya pembangunan sentra perikanan di daerah Riau," katanya.

Dengan pengusulkan sentra perikanan, ia berharap agar hasil perikanan di Riau bisa dipantau langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

"Saat ini sektor perikanan di Riau juga banyak dimanfaatkan oleh nelayan-nelayan dan pengusaha dari negara tetangga yakni Malaysia," tuturnya. 

Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi di daerah perbatasan, pulau-pulau terluar dan pulau terpencil di Indonesia merupakan salah satu hajat besar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

"Diawal masa jabatan Presiden Jokowi, beliau telah membuat konsep untuk melakukan pemerataan pembanguan, bahkan lebih spesifik lagi beliau mengatakan akan membangun dari daerah pinggiran," ujar Tito.

Namun, keinginnya harus terhenti diakibatkan pandemi Covid-19 yang saat ini melanda hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia.

Masih kata Mendagri, ingin membangun mulai dari daerah pinggiran, daerah perbatasan daerah tepencil bahkan hingga ke desa, lanjut Tito adalah bertujuan agar seluruh rakyat Indonesia merasakan hidup dinegeri sendiri, diperhatikan dan sejahtera.

Bahkan ia menyampaikan, Presiden juga menginginkan untuk mengembangkan daerah-daerah perbatasan menjadi kawasan ekonomi.

"Jadi kawasan ekonomi tidak hanya tersentral pada daerah perkotaan saja. Tapi, juga mengembangangkannya di daerah perbatasan hingga ke desa yang mana itu bermanfaat bagi mereka," terangnya.

Diakhir penyampaiannya, Tito menegaskan sebagai bangsa besar, yang termasuk salah satu negara terpanjang dan luas di dunia, ia menyebutkan tidak boleh satu jengkal pun tanah dan hak milik Indonesia diambil oleh negara lain.(MCR/NV)

Info Lainnya

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Berita & Info Lainnya

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Gubernur Corner

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Bangganya Wagubri Saat Panen Padi Lahan Kering

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:57:02 WIB

Eksisting Mangrove di Riau Mencapai 224.895 Hektar

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:19:38 WIB

Ini Jurus Gubri Syamsuar Antisipasi Varian Omicron

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:54:38 WIB

Danrem: Setetes Darahmu, Kesempatan Hidup Bagi Saudaramu

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:19:10 WIB

Kemenag Riau : Belum Ada Pemberhentian Perjalanan Umrah

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:23:39 WIB