Ahad, 17 Rajab 1442 H | 28 Februari 2021
BBKSDA Riau Evakuasi Pesut di Pelalawan

PELALAWAN - Sempat di heboh keberadaan Pesut di Desa sungai segati, aliran sungai kampar di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan sudah sepekan ini menjadi tontonan warga sekitar. Hal ini terbukti banyak masyarakat mengabadikan lewat video ponsel dan mengambil foto hewan mamalia tersebut.

"Sudah dua hari nengok pesut di sungai segati, info berawal dari nelayan sekitar ada pesut disungai. Dari situ warga ramai melihat, pesutnya agak liar karena banyak orang lihat ," kata Sudirman, jumat kemarin.

Sudirman memperkirakan, pesut itu berasal dari  kuala kampar 

"Pesut terdampar dari kuala kampar masuk ke hulu, dan masuk ke sungai segati , pihak BKSDA Provinsi Riau sudah beberapa kali tinjau tempat ini,"  jelasnya

Sementara, menurut BKSDA Provinsi Riau melalui Kabid KSDA wilayah I Riau Andre Hansen Siregar, membenarkan sudah tiga hari berada di segati untuk evakuasi pesut.

"Sudah kita evekuasi ke Sungai kampar, tepatnya di lokasi Istana Sayap kecamatan Pelalawan, kabupaten Pelalawan menggunakan jalur darat menggunakan mobil pikap , Andre Hansen Siregar, melalui telepon seluler, Sabtu(19/9/2020) malam.

Menurut  Kabid KSDA wilayah 1 Riau ketarangan nelayan ,dan masyarakat Kecamatan Pelalawan sering melihat grombalan pesut disekitar 7 ekor.

"Kami dari BKSDA provinsi Riau, alasan ini dibarengi dengan bukti bahwasnya sangat tepat dilepaskan daerah Kecamatan Pelalawan, misalkan nanti di lepas sangat jauh tingkat stres pesut tinggi mengakibatkan Pesutnya mati ,bila nanti dilepas sangat jauh," terangnya 

Lebih lanjut ia katakan, pesut di tangkap menggunakan jaring, dimasukan dalam wadah berisikan air, dialasi dengan terpal serta dimasukan ,lalu evakuasi melalui jalur darat memakai mobil pikap di bawa ke Pelalawan

"pesut berumur 30 tahun, dengan jenis kelamin jantan, panjang 2,20 centi meter,  dalam keadaan normal atau pisik sehat . Untuk habitat pesut sebenarnya diperalihan air tawar dengan air asin , pesut sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang berstatus terancam. 

"Sebenarnya pesut dapat bertahan lama di air tawar . Hal ini membuktikan ekosistem sungai kita masih terjaga sehingga di datangi pesut mencari ikan  untuk dia makan," tandasnya. (MCR/ASN) 

Video

Terimakasih Pemerintah Provinsi Riau (Bapak.Gubernur Riau :Drs.H.Syamsuar,M.Si)

Pisah Sambut Dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau

Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan Tahun 2021

Berita Terkait

1.543 Nakes Pelalawan Terima Dosis Pertama Vaksin Corona

Kamis, 25 Februari 2021 | 15:16:24 WIB

1.181 Tenaga Kesehatan di Pelalawan Telah Divaksin Covid-19

Jumat, 19 Februari 2021 | 09:39:19 WIB

Pekan Depan Pelalawan Tetapkan Status Siaga Karhutla

Selasa, 16 Februari 2021 | 19:28:56 WIB

Total 1.002 Nakes di Pelalawan Telah Divaksin

Sabtu, 13 Februari 2021 | 18:51:03 WIB

Belajar Tatap Muka di Pelalawan Berjalan Aman dan Lancar

Rabu, 10 Februari 2021 | 21:01:51 WIB

915 Nakes di Pelalawan Telah Divaksin

Rabu, 10 Februari 2021 | 20:18:55 WIB

29 Pasien OTG Covid-19 di Pelalawan Jalani Isolasi di Hotel

Senin, 07 Desember 2020 | 21:52:46 WIB

Status Pelalawan Sudah Tidak Zona Merah

Sabtu, 14 November 2020 | 12:58:05 WIB