Sabtu, 15 Rabiul Awwal 1442 H | 31 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Cegah penyebaran Covid-19, seorang warga di kota Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau menggunakan masker kain 2 lapis. (Foto Heru Maindikali).

PEKANBARU - Masker menjadi salah satu cara mencegah penularan COVID-19 yang efektif. Namun tidak sembarangan masker bisa dipakai, tetapi harus diperhatikan tingkat kerapatan pori-pori dan waktu pemakaian masker.

Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Achmad Yurianto mengimbau masyarakat untuk memakai masker yang baik dan bahan yang benar. Ia menjelaskan ada 3 jenis masker yang direkomendasikan, yakni masker N95, masker bedah, dan msker kain.

''Saya sering mengatakan masker itu ada tiga, pertama masker N95, ini memang sudah standar yang tinggi karena dipakai petugas-petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan virus di laboratorium. Kemudian masker bedah yang biasa dipakai tenaga medis, dan ketiga masker kain,'' katanya.

dr Yuri mengatakan, penggunaan masker kain setidaknya dua lapis. Masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff. 

Lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita. Gunakan masker kain selama maksimal 3 jam setelah itu ganti dengan masker yang bersih.

''Tidak ada masker buff atau masker scuba, karena begitu masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar. Masker tersebut tidak memenuhi syarat,'' jelasnya. 

Seperti yang kita tahu, COVID-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar.

Tingkat risiko penularan COVID-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker. Ia pun membaginya kedalam 4 tingkatan:

Pertama, apabila seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan maka kemungkinan penularan mencapai 100 persen.

Kedua, orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker maka potensi penularan mencapai 70 persen,

Ketiga, orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya hanya 5 persen.

Keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5 persen. (MCR/red3)

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

263 CPNS Pemprov Riau Dinyatakan Lulus SKD-SKB

Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:33:31 WIB

BKD Riau Umumkan Hasil Seleksi CPNS Riau Secara Online

Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:29:33 WIB

Gubri Serahkan Dana Zakat Baznas Riau Tahun 2020

Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:05:11 WIB

Kelas Kominfo Hadir Riau, Begini Penjelasannya

Kamis, 29 Oktober 2020 | 14:51:48 WIB

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Riau Capai 10.534 orang

Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:35:59 WIB

1.912 Spesimen Swab Telah Diperiksa Hari Ini

Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:28:20 WIB

Gubri Telah Tetapkan UMP Riau 2021

Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:18:33 WIB