Ahad, 9 Rabiul Awwal 1442 H | 25 Oktober 2020

Info

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Misfaruddin membahas terkait pertumbuhan ekonomi Triwulan II Provinsi Riau di kediaman Gubernur Riau, Senin (28/9/2020).

Gubri Syamsuar mengatakan, pada tahun 2020 ini sampai triwulan II investasi di Riau melebihi target. Hal tersebut, ungkap Gubri, berarti dua triwulan ini bagus. Meski demikian ia belum tahu triwulan III seperti apa gambarannya.

"Kebijakan Presiden bulan September menjadi indikator resesi atau tidak," terang Syamsuar

Selanjutnya Gubri mengungkapkan, tidak semua Provinsi memiliki kondisi yang sama. Beberapa Provinsi, lanjut Gubri, dampak resesi cukup berat. Gubri sendiri menginginkan Provinsi Riau ini tidak menyumbang minus pada Triwulan III.

Sementara itu Kepala BPS Provinsi Riau, Misfaruddin mengatakan, dari hasil survei kondisi akhir Agustus sampai saat ini mengalami kontraksi 3,2 persen yang mana pertembuhan ekonomi di Indonesia pada triwulan II mengalami kontraksi 5,2 persen.

Seperti triwulan II mengalami penurunan pada tahun lalu namun ketika kita lihat sisi terhadap triwulan II kemarin triwulan III jauh lebih, karena triwulan II kemarin karena April 14 % mei 21 persen di juni 26 persen juli mulai naik setelah ada kelonggaran PSBB kemarin.

"Artinya dibanding ekonomi triwulan II kita pasti lebih baik triwulan III," terang Misfaruddin.

Hal ini disebakan, karena menurunnya aktivitas ekonomi dunia dan nasional, ekonomi Triwulan II di Riau Jika dihitung tanpa migas mengalami kontraksi 2,70 persen

"Sedangkan pertumbuhan positif dihasilkan oleh penghasil sawit yang mengalami kontraksi 2.70 persen," ungkap Misfaruddin

Selanjutnya, Kalau tanpa migas artinya sawit industi CPO ada selisih 0,52 persen pertembuhan ekonomi, terbantunya ini karena ada sektor yang tidak terdampak Covid-19 Contohnya seperti perkebunan.

Kemudian terkait harga minyak anjlok, Misfarudin mengungkapkan bahwa hal tersebut menjadi permasalahan yang tentunya berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah, seperti Riau.

"Kekuatan di Riau adalah di sisi negatif memang minus dan ada di sisinya positif karena kita ada perkebunan sawit," pungkasnya. (Mcr/Sur)

Video

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2020

Upacara Peringatan HUT ke 75 TNI Secara Virtual

Berita Terkait

Dinas ESDM Riau Dorong BUMD Garap Peluang Bisnis Jargas

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:49:33 WIB

Sekdaprov Riau Buka Musprov IV DPP Apindo Riau

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:38:14 WIB

Sekdaprov Riau Pimpin Rakor RDTR BWP Medang Kampai

Jumat, 23 Oktober 2020 | 19:17:16 WIB

34.534 Suspek Selesai Isolasi

Kamis, 22 Oktober 2020 | 22:00:52 WIB

UU Cipta Kerja Berikan Kemudahan Berusaha

Kamis, 22 Oktober 2020 | 21:35:22 WIB