Sabtu, 15 Rabiul Awwal 1442 H | 31 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Kasi Materi Pembinaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Andri Taufik mengatakan bahwa kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan literasi menjadi salah satu penyebab tingginya potensi radikalisme dan terorisme.

Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan Pelibatan Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi dalam rangka Pencegahan Terorisme yang bertajuk Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi) di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, Kamis (1/10/2020).

Penggunaan media sosial (Medsos) yang tinggi, kata Taufik, merupakan tantangan besar karena menjadi media efektif dan berpeluang dalam penyebaran radikalisme dan terorisme. Oleh karenanya, Taufik mengajak seluruh masyarakat untuk waspada.

Menurutnya, dalam penyebaran radikalisme dan terorisme bermula dari sikap aktif dalam medsos akan melahirkan intoleransi keberagaman. Jika tidak dikelola dengan baik maka akan memicu lahirnya radikalisme dan terorisme.

"Dibutuhkan kedewasaan pada diri untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi, membuka diri pada setiap informasi dan tidak lelah menyaring setiap kabar yang didapat," terangnya.

Proses penanggulangan terorisme tidak bisa dilakukan hanya oleh aparatur keamanan saja baik Kepolisian, TNI dan BNPT semata. Namun juga dibutuhkan sinergi yang kuat antara aparatur keamanan dan masyarakat.

Hal senada juga dilontarkan Asisten I Setdaprov Riau, Jenri Salmon Ginting. Dalam sambutannya, Jenri mengatakan bahwa di tengah majunya arus teknologi digital saat ini yang menyajikan informasi sangat cepat, malah dimanfaatkan dalam program pendidikan terorisme, perekrutan anggota baru, propaganda, berita hoax, dan ujaran kebencian. 

Dengan begitu, masyarakat sebagai pengguna aktif medsos rentan terpapar paham radikalisme dan terorisme. Sehingga ia berpesan kepada masyarakat harus bijak dalam bermedia sosial.

"Radikalisme dan terorisme adalah musuh besar, untuk mengatasinya sangat membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat," tutur Jenri.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam penuntasan masalah terorisme, ungkapnya yaitu bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar memahami bahwa terorisme adalah musuh besar. (MCR/NV)

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

Hari ini Status Siaga Darurat Karhutla Riau Resmi Dicabut

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 19:37:34 WIB

263 CPNS Pemprov Riau Dinyatakan Lulus SKD-SKB

Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:33:31 WIB

BKD Riau Umumkan Hasil Seleksi CPNS Riau Secara Online

Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:29:33 WIB