Ahad, 21 Rabiul Akhir 1442 H | 06 Desember 2020

PEKANBARU - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Provinsi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan menyambut baik kebijakan Walikota Pekanbaru yang akan mengeluarkan Perwako bahwa pasien OTG yang rumahnya tidak layak dijadikan tempat isolasi wajib di isolasi mandiri di tempat yang disiapkan pemerintah. 

"Dengan Perwako itu nanti bisa dilakukan upaya paksa, agar pasien OTG ini diisolasi di tempat yang disiapkan pemerintah, baik di rusunawa, gedung-gedung pelatihan maupun di hotel," ujarnya.

Upaya strategis ini dinilai cukup tepat jika dibandingkan dengan pemberlakuan PSBM. Sehingga berakhirnya PSBM dan tidak ada lagi diperpanjang ini tidak akan berdampak banyak terhadap penyebaran Covid-19. 

"PSBM itu kan hanya istilah saja, tapi strateginya itu tetap 3M dan 3T, sepanjang itu bisa dilakukan secara intensif dan penegakan hukumnya lebih masif itu akan jauh lebih efektif," katanya. 

Seperti diketahui Peraturan walikota (Perwako) terkait regulasi yang mengatur isolasi mandiri bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) covid-19 telah ditandatangani Wali Kota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT. 

Perwako itu mengatur pasien positif tanpa gejala Covid-19 maupun yang memiliki gejala ringan, agar mereka melakukan isolasi di fasilitas pemerintah. 

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, M Noer melalui, Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih mengatakan, Perwako itu berlaku efektif sejak ditandatangani Walikota Pekanbaru, Sabtu (18/10/2020) kemarin. 

"Sudah ditandatangani pak Walikota kemarin. Sudah berlaku," ujar Zaini. (MCR/SA)

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

BPBD Riau Petakan TPS Rawan Banjir

Rabu, 02 Desember 2020 | 14:16:22 WIB