Jumat, 19 Rabiul Akhir 1442 H | 04 Desember 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Pj Bupati Bengkalis, H Syahrial Abdi

PEKANBARU - Dukung serta menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Riau Tahun 2020-2040 Provinsi Riau. Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H Syahrial Abdi usulkan zona  tambahan kawasan strategis untuk Kabupten Bengkalis.

Usulan tersebut disampaikan Pj Bupati Bengkalis, H Syahrial Abdi saat mengikuti pembahasan Ranperda tentang RZWP3K Provinsi Riau Tahun 2020-2040 bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau. Senin (19/10). Dikatakannya jika pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat mendukung serta menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RZWP3K Provinsi Riau. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu jadi masukan dan saran, untuk dapat kiranya dimasukkan dalam Ranperda tersebut, sekaligus sebagai bahan pertimbangan terhadap rekomendasi lokasi prioritas lima kawasan strategis Provinsi Riau.

‘’Adapun poin penting yang kami usulkan terkait dengan zona perikanan tangkap, mengingat belum semua zonasi tangkap terakomodir dan perlu disesuaikan dengan kaidah-kaidah dan prosedur yang berlaku. Kemudian zona budidaya ikan, karena Kabupaten Bengkalis sangat memerlukan zona tersebut terutama untuk perairan laut Bengkalis, Rupat dan Rupat Utara,’’ Ujarnya.

Kata, Syahrial Abdi, poin penting yang perlu dimasukkan juga terkait zona pelabuhan karena Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah melakukan existing, juga zona pariwisata khusus Pulau Rupat karena sudah ditetapkan pula Pulau Rupat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, selanjutnya, zona swakarya perikanan terubuk dimana terubuk ini nantinya akan kami buat menjadi spesial tidak hanya menjadi ikon Kabupaten Bengkalis namun lebih dari itu kami mengharapkan ikan terubuk menjadi menu spesial bagi tamuyang datang ke Kabupaten Bengkalis.

Lebih lanjut menurut Asisten III Setda Provinsi Riau itu, mengusulkan juga zona koridor alur pelayaran, karena harus dilakukan pemetaan khusus terkait dengan peraturan yang ada dan selanjutnya zona sebaran mangrove sebagai upaya mengatasi abrasi pantai yang saat ini terjadi sangat luas di Kabupaten Bengkalis.

Terkait dengan Pulau Beting Aceh yang dijadikan sebagai kawasan konservasi, dalam Ranperda RZWP3K, Pj Bupati minta hal tersebut diperjelaskan agar tidak ada kesalah pamahaman dalam pemaknaannya.

‘’Karena Pulau Beting Aceh termasuk dalam kawasan konservasi, kami mengharapkan
agar definisi kawasan konservasi tersebut lebih diperjelas dalam pembukaan atau pada pasal penjelasan, maksudnya makna konservasi pada RZWP3K beda dengan makna konservasi lainnya,’’ Harap Asisten III Setdaprov Riau ini. (MCR/AZ)

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

Wagubri Tanam Padi Bersama Masyarakat Desa Sungai Siput 

Kamis, 12 November 2020 | 13:53:11 WIB

Polda Riau Berhasil Amankan Perampok Bank BRI di Bengkalis

Selasa, 10 November 2020 | 00:07:21 WIB

Gubri Saksikan Budaya Tari Zapin Api di Rupat Utara

Sabtu, 07 November 2020 | 19:35:16 WIB

Gubri Usulkan Riau Sebagai Sentra Perikanan dan Kelautan

Sabtu, 07 November 2020 | 09:51:40 WIB

Gubri Tinjau SMK Rupat Utara, Seorang Guru Menangis Terharu

Sabtu, 07 November 2020 | 09:40:26 WIB

Gubri Sebut Rupat Utara Menyerupai Lagoi Bintan

Sabtu, 07 November 2020 | 09:20:42 WIB

Meski Pakai Masker Penampilan Tetap Comel

Jumat, 06 November 2020 | 21:43:47 WIB

Tambah Roro, Gubri Sebut Rupat Pulau Masa Depan

Jumat, 06 November 2020 | 21:35:44 WIB

Gubri Ingatkan Masyarakat Rupat Tak Mudah Jual Tanah

Jumat, 06 November 2020 | 17:50:34 WIB