Jumat, 19 Rabiul Akhir 1442 H | 04 Desember 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.
Tim Dispar Riau, melaksanakan sosialisasi Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020, di objek wisata buatan Asia Farm, Pekanbaru.

PEKANBARU - Libur panjang dan cuti bersama telah tiba, meski begitu, bagi warga yang ingin berwisata tetap harus mentaati protokol kesehatan Covid-19. Pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor 440/5876/SJ tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Dalam surat itu disebutkan, agar dapat mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan dan mentaati protokol kesehatan yang baik. Selama pelaksanaan libur panjang dan cuti bersama, pada tanggal 28 hingga 30 Oktober 2020. Lalu disebutkan juga, agar pelaku pariwisata bisa membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50 persen.

Sebelumnya, Gubernur Riau, Syamsuar meminta pengelola tempat wisata untuk mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan selama beroperasi, khususnya saat libur panjang akhir Oktober ini. "Kita harus mengantisipasi dan mencegah penularan Covid-19 di tempat-tempat wisata. Pengelola juga harus mematuhi protokol kesehatan," kata Syamsuar di Pekanbaru, Senin (26/10/2020) lalu.

Menyikapi hal ini, Dinas Pariwisata (Dispar) provinsi Riau, dalam rangka mengantisipasi lonjakan wisatawan di Riau, sekaligus untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, telah melakukan sosialisasi protokol kesehatan di sejumlah destinasi wisata.Tempat wisata yang menjadi sasaran mulai dari tempat wisata kuliner/kafe, wisata buatan, wisata bahari, wisata perbelanjaan hingga hotel-hotel berbintang.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, melalui Kepala Bidang Pemasaran, Ricko Riyanto, menyampaikan bahwa Dispar Riau telah melakukan sosialisasi protokol kesehatan, juga mesosialisasikan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, serta pengumuman Gubernur Riau nomor 310/PENG/2020, tentang Libur dan Cuti Bersama. Dijelaskannya, ketika menyampaikan sosialisasi, Tim Dispar Riau juga membagikan brosur dan masker gratis kepada pelaku pariwisata dan wisatawan. Kegiatan itu dilaksanakan sejak Sabtu (24/10/2020) pekan lalu, hingga libur bersama berlangsung.

Ricko menuturkan, di Kota Pekanbaru Tim Dispar Riau telah mengunjungi sejumlah hotel berbintang. Kemudian, tempat wisata belanja, seperti pusat perbelanjaan Mal dan tempat wisata belanja yang sering menjadi tujuan wisata yakni, Pasar Bawah.

"Dispar Riau melakukan sosialisasi di sejumlah hotel di Pekanbaru dan sosialisasi kepada pengelola dan pengunjung destinasi wisata, serta masyarakat di sekitar tempat wisata, dan mengecek kesiapan tempat-tempat wisata dalam melaksanakan protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, handsanitizer, masker, dan kebutuhan lainya," tutur Ricko, pada Rabu (28/10/2020).

"Khusus perhotelan, Tim Dispar Riau, melalui Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata sudah mendatangi hotel Bono, Grand Elite, The Zuri, dan beberapa hotel lainya. Mengecek mulai dari pintu masuk, lobi, tempat makan, kolam renang, kafe, hingga kamar tidur. Hasilnya, pihak pengelola hotel telah siap mematuhi protokol kesehatan Covid-19," ujarnya.

Selain itu, Ia mengatakan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi di tempat-tempat wisata buatan, seperti Alam Mayang, Asia Farm, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang, dan tempat wisata kuliner, diantaranya kafe-kafe dimana sering dijadikan tempat anak-anak muda berkumpul.

Ia menambahkan, selain di kota Pekanbaru, Tim Dispar Riau diwakili Bidang Destinasi juga turun ke sejumlah lokasi wisata bahari di Kota Dumai. Yakni, pantai Puak Teluk Makmur, Pantai Pulai Bungkuk, Pantai Bahtera, Pantai Marina, Pantai Purnama, Ekowisata Bandar Bakau, sampai ke destinasi yang beberapa pekan ini sedang viral di media sosial, imbas dari beroperasinya Tol Pekanbaru - Dumai, yakni Pantai Koneng.

Selanjutnya, Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau, fokus melakukan sosialisasi ke tempat-tempat wisata kuliner yang selalu ramai dikunjungi wisatawan di Kabupaten Kampar, diantaranya, wisata kuliner sate cu Iman, kedai ikan kapiek tak bertulang, kedai tahu sumedang dan kedai kuliner khas Kampar, lape bugi.

Ricko berharap, kepada para pelaku pariwisata dan wisatawan, agar bisa mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu mentaati protokol kesehatan. Melakukan 3 M yakni, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Dengan menjalankan 3M, setidaknya bisa untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang di sekitar, dari bahaya Covid-19. (MC Riau/Yan) 

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

310 Siswa SMA/SMK di Riau Terima Beasiswa

Kamis, 03 Desember 2020 | 21:09:14 WIB

Update Covid-19 Riau: Positif 179, Sembuh 161

Kamis, 03 Desember 2020 | 19:06:00 WIB

ASN Pemprov Riau Diajak Doakan Gubri Agar Cepat Sembuh

Kamis, 03 Desember 2020 | 19:03:13 WIB

Wagubri Hadiri Pelantikan Pengurus Hebitren Riau

Kamis, 03 Desember 2020 | 18:25:37 WIB

Begini Program BPDASHL Indragiri Rokan KLHK di Riau

Kamis, 03 Desember 2020 | 17:19:14 WIB

Pembangunan Zona Integritas Perlu Komitmen Seluruh Unsur 

Kamis, 03 Desember 2020 | 15:38:14 WIB

Wagubri Paparkan Kondisi Ekonomi Riau Akibat Covid-19 

Kamis, 03 Desember 2020 | 15:30:37 WIB

Asisten III Setdaprov Riau Buka Rakorwasda Riau Tahun 2020

Kamis, 03 Desember 2020 | 15:27:43 WIB

Inspektorat Riau Gelar Rakorwasda Riau Tahun 2020

Kamis, 03 Desember 2020 | 15:26:23 WIB