Rabu, 17 Rabiul Akhir 1442 H | 02 Desember 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar membuka secara resmi Pelatihan Web Seminar (Webinar) Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Dan Publikasi Internasional yang ditaja oleh Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana Riau - Yogyakarta (HMPRY) di Kediaman Gubernur Riau, Jumat (30/10/2020). 

Syamsuar menyampaikan, perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat selama satu abad terakhir baik di bidang ilmu pengetahuan dasar, teknik, medis maupun sosial menegaskan pentingnya publikasi hasil penelitian yang dituangkan dalam sebuah tulisan ilmiah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, karya tulis ilmiah berperan sebagai dokumentasi hasil penelitian. Di mana hasil tersebut ke depannya akan dapat dikembangkan secara keilmuan oleh komunitas ilmiah, dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, dan diterapkan sebagai bahan rekomendasi bagi pembuat kebijakan. 

"Oleh karena itu, peran para mahasiswa/dosen/peneliti dalam menuliskan hasil penelitian mereka dalam tulisan ilmiah memiliki manfaat yang luas," ungkapnya saat memberikan sambutan webinar. 

Gubri mengungkapkan, dalam konteks perkembangan dunia ilmiah yang semakin pesat, kuantitas dan kualitas karya tulis ilmiah juga menjadi cerminan produktivitas dan daya saing perguruan tinggi, lembaga bahkan bangsa. 

"Diketahui pada tahun 2012, berdasarkan Pemeringkat Internasional SJR (Scimago Journal Ranking), Indonesia menempati peringkat ke-55 di dunia terhadap jumlah publikasi ilmiah, kemudian pada tahun 2019, Indonesia naik pesat ke peringkat 21," katanya. 

Syamsuar menjelaskan, kenaikan jumlah publikasi ilmiah tersebut sebagai konsekuensi oleh kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah pada tahun 2012 melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang menginstruksikan kepada perguruan tinggi untuk memasukkan syarat kelulusan sarjana dan magister dengan publikasi karya ilmiah pada jurnal, dan khusus bagi program doktor pada jurnal internasional. 

"Selain itu, publikasi di jurnal ilmiah saat ini, juga menjadi sangat penting dengan adanya persyaratan kenaikan setiap jenjang jabatan untuk fungsional dosen, peneliti, guru, widyaiswara, perekayasa serta fungsional lainnya," jelasnya. 

Kemudian, kebijakan mewajibkan publikasi karya ilmiah membawa dampak yang positif bagi peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia, sehingga mengharuskan bagi mahasiswa, dosen, peneliti dan fungsional tertentu lainnya, untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. 

"Oleh karena itu kami menyambut baik webinar ini, karena melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para peserta yang belum berpengalaman dalam menulis karya ilmiah di jurnal internasional, meningkatkan kualitas penulisan karya ilmiah, menjalin hubungan yang erat antara para peserta di masing-masing rumpun bidang penelitian, dan dapat mendorong dan meningkatkan jumlah publikasi hasil penelitian," ujar Syamsuar. 

Ia menambahkan, kegiatan webinar ini juga sejalan dengan Misi Pertama Provinsi Riau yaitu "Mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas dan berdaya saing global melalui pembangunan manusia seutuhnya". 

"Untuk itu bagi para peserta, kami harapkan agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan bersungguh-sungguh supaya ilmu yang disampaikan oleh pemateri, dapat dijadikan bekal bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya dan bagi dosen/peneliti untuk menunjang jenjang karir saudara," pungkasnya. (MCR/AQB)

Video

Launching Dan Lelang Batik Bangsa Orang Laut

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Berita Terkait

Syukuran HUT Ke 70 Polairud Digelar Secara Sederhana

Rabu, 02 Desember 2020 | 08:27:52 WIB

Ini Tanggapan Wagubri Terkait Konflik Perkebunan di Riau

Selasa, 01 Desember 2020 | 21:58:23 WIB

Begini Penjelasan Jumlah Kasus Penderita HIV/AIDS di Riau

Selasa, 01 Desember 2020 | 19:58:24 WIB

Proses Penyerahan DIPA dan TKDD Dilakukan Lebih Awal 

Selasa, 01 Desember 2020 | 15:13:05 WIB

Awal Januari, OPD Pemprov Riau Harus Mulai Proses Lelang

Selasa, 01 Desember 2020 | 14:57:48 WIB

Pasar Murah Diharapkan Jadi Ajang Penjualan Produk UKM

Selasa, 01 Desember 2020 | 14:47:08 WIB

Gubernur Riau Positif Covid-19 Setelah Swab Kedua

Selasa, 01 Desember 2020 | 14:28:03 WIB