Ahad, 16 Zulhijjah 1442 H | 25 Juli 2021
Gubri Buka Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah dan Publikasi Internasional Secara Virtual 

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar membuka secara resmi Pelatihan Web Seminar (Webinar) Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Dan Publikasi Internasional yang ditaja oleh Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana Riau - Yogyakarta (HMPRY) di Kediaman Gubernur Riau, Jumat (30/10/2020). 

Syamsuar menyampaikan, perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat selama satu abad terakhir baik di bidang ilmu pengetahuan dasar, teknik, medis maupun sosial menegaskan pentingnya publikasi hasil penelitian yang dituangkan dalam sebuah tulisan ilmiah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, karya tulis ilmiah berperan sebagai dokumentasi hasil penelitian. Di mana hasil tersebut ke depannya akan dapat dikembangkan secara keilmuan oleh komunitas ilmiah, dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, dan diterapkan sebagai bahan rekomendasi bagi pembuat kebijakan. 

"Oleh karena itu, peran para mahasiswa/dosen/peneliti dalam menuliskan hasil penelitian mereka dalam tulisan ilmiah memiliki manfaat yang luas," ungkapnya saat memberikan sambutan webinar. 

Gubri mengungkapkan, dalam konteks perkembangan dunia ilmiah yang semakin pesat, kuantitas dan kualitas karya tulis ilmiah juga menjadi cerminan produktivitas dan daya saing perguruan tinggi, lembaga bahkan bangsa. 

"Diketahui pada tahun 2012, berdasarkan Pemeringkat Internasional SJR (Scimago Journal Ranking), Indonesia menempati peringkat ke-55 di dunia terhadap jumlah publikasi ilmiah, kemudian pada tahun 2019, Indonesia naik pesat ke peringkat 21," katanya. 

Syamsuar menjelaskan, kenaikan jumlah publikasi ilmiah tersebut sebagai konsekuensi oleh kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah pada tahun 2012 melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang menginstruksikan kepada perguruan tinggi untuk memasukkan syarat kelulusan sarjana dan magister dengan publikasi karya ilmiah pada jurnal, dan khusus bagi program doktor pada jurnal internasional. 

"Selain itu, publikasi di jurnal ilmiah saat ini, juga menjadi sangat penting dengan adanya persyaratan kenaikan setiap jenjang jabatan untuk fungsional dosen, peneliti, guru, widyaiswara, perekayasa serta fungsional lainnya," jelasnya. 

Kemudian, kebijakan mewajibkan publikasi karya ilmiah membawa dampak yang positif bagi peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia, sehingga mengharuskan bagi mahasiswa, dosen, peneliti dan fungsional tertentu lainnya, untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah. 

"Oleh karena itu kami menyambut baik webinar ini, karena melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para peserta yang belum berpengalaman dalam menulis karya ilmiah di jurnal internasional, meningkatkan kualitas penulisan karya ilmiah, menjalin hubungan yang erat antara para peserta di masing-masing rumpun bidang penelitian, dan dapat mendorong dan meningkatkan jumlah publikasi hasil penelitian," ujar Syamsuar. 

Ia menambahkan, kegiatan webinar ini juga sejalan dengan Misi Pertama Provinsi Riau yaitu "Mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas dan berdaya saing global melalui pembangunan manusia seutuhnya". 

"Untuk itu bagi para peserta, kami harapkan agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan bersungguh-sungguh supaya ilmu yang disampaikan oleh pemateri, dapat dijadikan bekal bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya dan bagi dosen/peneliti untuk menunjang jenjang karir saudara," pungkasnya. (MCR/AQB)

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait

Besok Hari Terakhir Pendaftaran CASN

Ahad, 25 Juli 2021 | 12:54:22 WIB

Berikut 13 Poin Suara Anak Riau Tahun 2021

Jumat, 23 Juli 2021 | 16:55:45 WIB