Jumat, 21 Zulhijjah 1442 H | 30 Juli 2021
Komunikasi Publik Komite Penangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) dan Kominfo RI, gelar kegiatan sosilasisi vaksin melalui kegiatan lokakarya komunikasi publik peran serta media dalam memunyukseskan vaksinasi Covid-19 secara video conference Zoom, bersama wartawan dari berbagai media di Indonesia, Sabtu (31/10).

PEKANBARU - Dalam waktu dekat ini pemerintahan Indonesia akan menyalurkan vaksin Covid 19 ke seluruh daerah di Indonesia. Penyaluran vaksin tersebut dalam rangka percepatan penanganan Covid 19, serta melindungi dan memperkuat kesehatan masyarakat dari penularan Covid 19.

Pemerintah berharap penyaluran vaksin Covid 19 ini, bisa diterima oleh masyarakat, dan betul-betul memahami apa itu Vaksin Covid-19, serta tujuan pemberian vaksinasi terhadap masyarakat.

Agar masyarakat betul-betul memahami apa itu Vaksin Covid-19, pemerintah pusat melalui Komunikasi Publik Komite Penangan  Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPCPEN) dan Kominfo RI, gelar kegiatan sosilasisi vaksin melalui kegiatan lokakarya komunikasi publik peran serta media dalam memunyukseskan vaksinasi Covid-19 secara video conference Zoom, bersama wartawan dari berbagai media di Indonesia, Sabtu (31/10). 

Kegiaran yang bertema "Vaksin Untuk Negri" terebut KPCPEN bersama Kominfo RI menghadirkan narasumber, Ketua Indonesian Tecnical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Dr dr Sri Rezeki S Hadinegoro SP A (K) 

Prof Dr dr Sri Rezeki S Hadinegoro SP A (K) yang juga Guru Besar UI ini, dalam keterangannya menyampaikan, jika Vaksin adalah sediaan yang mengandung zat bilogik yang berguna untuk mencegah penyakit infeksi yang tindakannya memberikan atau memasukkan ke tubuh untuk merangsang sistem imun atau vaksinasi. 

"Memang selama ini Vaksinasi seringkali dianggap sama dengan imunisasi, namun  sebenarnya dari dua istilah ini ada perbedaan meski tujuannya untuk kekebalan tubuh," katanya. 

Pemberian vaksin ini, ada beberapa penyakit infeksi yang bisa dicegah, seperti penyakit infeksi campak, polio, hepatitis B, TB, difteri, influenza dan lain-lain, termasuk Covid-19. Dimana jika  masyarakat divaksinasi maka kemampuan patogen untuk menyebar sangat terbatas bisa kebal dari penyakit infeksi dan tetap sehat.

"Jika banyak masyarakat yang telah kebal, hal ini akan memutus penularan kepada kelompok yang tidak dapat diimunisasi, misalnya bayi kecil dan penderita imunokompromais," katanya. 

Selain itu, pemberian vaksin ini juga dapat mempercepat pencapaian penanganan pandemi Covid-19. Karena vaksin ini dianggap mampu menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mempercepat mencapai Herd Immunity (Kekebalan kelompok. Red), memperkuat dan memperkuat sistim kesehatan dan menjaga produksifitas dan meminimalkan dampak sosial serta ekonomi. 

"Untuk itu masyarakat tidak perlu takut, karena vaksinasi Covid-19 untuk kekebalan tubuh masyarakat sebelumnya telah diuji melalui beberapa fase pengujian," tuturnya. 

Ia mengakui sesuai data ITAGI, untuk vaksinasi ini memang masih ada sekitar 10 persen masyarakat tidak paham tujuannya, dan 25 persen yang masih ragu-ragu. Untuk itu vaksinasi ini harus terus diedukasiakan agar masyarakat bisa lebih memahami dengan vaksin. 

"Untuk yang sudah tau vaksin, sampai ini baru mencapai sekitar 78 persen maka itu perlu edukasi lebih maksimal lagi, termasuk vaksin Covid 19 ini yang juga perlu peran media untuk mesosialisasikan kepada masyarakat. Karena vaksin ini juga kunci untuk terhindar dari berbagai penyakit infeksi atau menular," tutupnya.(MCR/AZ)

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait

Pasien Sembuh Bertambah 305 Orang Jadi 64.868

Ahad, 27 Juni 2021 | 21:59:33 WIB

1,3 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Tanah Air

Sabtu, 08 Mei 2021 | 12:36:45 WIB

Wagubri: Karhutla Ulah Tangan Jahil Manusia

Jumat, 05 Maret 2021 | 18:36:26 WIB