Ahad, 29 Sya'ban 1442 H | 11 April 2021
Masyarakat Tak Perlu Ragu, Vaksin Paling Efektif Cegah Penyakit Menular
Dialog Produktif bertema “Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan” yang diselenggarkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11).

PEKANBARU - Sebagian masyarakat masih ada yang ragu dan belum paham akan pentingnya vaksin untuk mencegah penyakit menular. Untuk itu pemerintah terus menyosialisasikan kepada masyarakat jika kemampuan vaksin tersebut  adalah untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu seperti COVID-19.

Hal tersebut disampaikan oleh dr Dirga Sakti Rambe, vaksinolog sekaligus dokter spesialis penyakit dalam pada Dialog Produktif bertema “Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan” yang diselenggarkan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11). Dikatakannya jika vaksin adalah alat yang paling efektif untuk mencegah penularan.

“Setiap vaksin punya efektivitas yang berbeda-beda, dan vaksin pun tidak akan mendapat izin apabila efektivitasnya rendah. Untuk vaksin COVID-19, WHO menetapkan efektivitas minimal mencapai 50 persen. Kita harapkan vaksin yang ada nanti efektivitasnya lebih tinggi dari angka yang ditetapkan WHO”, jelasnya.

Ia juga menyatakan, Keliru apabila ada anggapan vaksin itu tidak ada gunanya. Karena vaksin sifatnya melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu memproduksi antibodi. Dan satu lagi vaksin punya keunggulan yang tidak dimiliki upaya pencegahan yang lain, yaitu vaksin memberikan perlindungan yang sifatnya spesifik.

"Oleh karena itulah banyak dokter dan ahli yang menyatakan bahwa vaksin efektif sebagai alat mencegah penularan COVID-19, selain tentunya terus disiplin menerapkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak aman)," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan dr Twindy Rarasati, dokter yang sekaligus penyintas COVID-19,  mengatakan vaksin sebagai alat intervensi kesehatan masyarakat di saat pandemi memang sangat dibutuhkan. Selain penyakit ini berbahaya bagi kesehatan, gejala terinfeksi COVID-19 bisa sangat minim sehingga pasien tidak menyadari telah terinfeksi. Inilah yang mengakibatkan banyaknya pasien COVID-19 yang terlambat ditangani atau justru mendapat penanganan pada saat gejala dan kondisi yang memburuk.

“Ada banyak sekali gejala yang ditimbulkan dari COVID-19, oleh karena itu selalu aware dengan apapun yang dirasakan oleh tubuh kita. Jangan sampai merasa sehat karena tidak demam. Padahal ada gejala terinfeksi COVID-19 di luar demam," ujarnya.

Informasi yang benar terkait protokol kesehatan dan vaksin perlu untuk masyarakat perbaharui secara berkesinambungan.

“Pada waktu saya terpapar di awal April kemarin, protokol kesehatan tidak sebaik saat ini. Masyarakat saat itu juga belum sepenuhnya memahami penyakit ini seperti saat ini. Protokol Kesehatan dan tanggung jawab diri yang tinggi  tetap harus kita lakukan untuk bisa keluar dari pandemi ini. Perbarui ilmu dan informasi ini terus menerus, karena dinamikanya cepat, apalagi nanti saat vaksin sudah ditemukan," terangnya.

Vaksin COVID-19 menjadi harapan untuk upaya menekan penyebaran COVID-19. Masyarakat diminta untuk yakin, bahwa vaksin yang disiapkan aman dan efektif karena harus terlebih dahulu mendapat izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), setelah sebelumnya melalui berbagai proses penelitian yang panjang termasuk tahapan uji klinik yang memastikan keamanan dan keefektifannya.

“Kalau sudah ada izin (pemakaiannya), tidak usah ragu lagi. Apabila izinnya ada dan pemerintah meminta kita vaksinasi, segera kita kerjakan bersama. Sejauh ini dari hasil uji klinik terkait keamanan, tidak ada catatan efek samping yang serius mengenai keamanan vaksin ini," tuturnya.(MCR/AZ)

Video

Pelantikan Penjabat Bupati Indragiri Hulu

Gubernur Riau Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang

Gubernur Riau Tinjau Pelaksanaan Belajar Tatap Muka Terbatas Kota Pekanbaru

Berita Terkait

Mudik di Masa Pandemi, Risikonya Tinggi

Ahad, 11 April 2021 | 16:55:08 WIB

Gubri Tinjau Asrama Mahasiswa Riau di Bogor

Ahad, 04 April 2021 | 18:13:58 WIB

Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 Akan Jadi Sejarah

Senin, 22 Maret 2021 | 15:37:19 WIB

Riau Terima Penghargaan di Bidang Kebudayaan

Senin, 15 Maret 2021 | 17:51:34 WIB