Selasa, 18 Zulhijjah 1442 H | 27 Juli 2021
Menparekraf Wishnutama Bagi Tips Menjadi Pelaku Ekonomi Kreatif Unggul
Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio (kanan) bersama Gubernur Riau, H Syamsuar (tengah) ketika hadir pada acara Indonesian Creative Cities Festival (ICCF), pada Kamis (26/11/2020) malam, di rumah Sanur Creative Hub, jalan Danau Poso, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.


PEKANBARU - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan alasanya kenapa fokus ke sektor ekonomi kreatif. Menurutnya sektor tersebut tidak ada habisnya. Sementara, sumber daya alam akan bisa habis.

Menparekraf menyebutkan, ekonomi kreatif (Ekraf) akan bertambah semakin banyak. Tapi harus mempelajari ekosistemnya. Sehingga bisa menjadi kreatif-kreatif yang unggul untuk Indonesia kedepan. 

"Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pangsa pasarnya kreativitas bangsa lain. Bangsa Indonesia harus menjadi tuan di era kemajuan sekarang ini. Ini adalah hal yang penting," kata Wishnutama, ketika hadir di acara 
Indonesian Creative Cities Festival (ICCF), pada Kamis (26/11/2020) malam. 

"Nah, saya sendiri adalah orang yang merangkak dari bagian kreativitas. Pernah memimpin berbagai media hanya dengan modal kreatifitas. Tapi kreativitas saja tidak cukup, kita harus belajar soal keuangan, manajemen, HAKI, akses permodalan, dan badan hukum. Sehingga upaya kita dalam berkreativitas saling bersambut, saling menopang dan mempunyai nilai yang lebih besar," Wishnutama menuturkan. 

"Jangan sampai kita hanya dicekoki hanya untuk bikin produk, karena itu saja tidak cukup. Ini harus kita pahami, karena tidak akan maju kita kalau hanya membuat produk," tuturnya lagi. 

Menurut Wishnutama, kreativitas harus punya nilai jual dan harus tau pemasaran. Bagaimana memanfaatkan era digital untuk pemasaran dan publikasi. Ekosistem inilah yang harus dibangun untuk menuju ke kualitas kreativitas dan mensejahterakan ekonomi kedepan. 
 
"Kekuatan bangsa Indonesia adalah kreativitas dan keramahan, kita lahir rata-rata mempunyai kemampuan itu, tanpa sekolah yang tinggi, kita sudah kreatif dan ramah," ujar Wishnutama. 

Kenapa Bali begitu populer di dunia, karena mengkombinasikan kreativitas dan keramahan. Tarian kecak itu bagian dari kreativitas, walaupun itu budaya. Dengan menjaga budaya itu bagian dari kreatifitas dan menjadi daya tarik yang luar biasa. 

ICCF digelar oleh Indonesian Creative Cities Network (ICCN), di rumah Sanur Creative Hub, jalan Danau Poso, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, 26-28 November 2020. 

Indonesian Creative Cities Network (ICCN), sebuah organisasi simpul komunitas kreatif sekala kabupaten/kota se-Indonesia yang terbentuk pada tahun 2015 dan kini telah beranggotakan jejaring yang merepresentasikan lebih dari 210 kabupaten/kota. 

ICCF 2020 mengambil tema “Siwam, Satyam, Sundharam”, frasa Bali yang berarti Kesucian, Kebenaran/Kemuliaan, Keindahan/Kreativitas, yang mengandung pesan inti memaknai momentum pandemi untuk meraih kembali kemuliaan spiritual, kemanusiaan, dan alam, melalui kreativitas.

Selama dua hari ICCF 2020 menghadirkan nara sumber yang akan memberikan pijakan bagi perkembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi inisiatif komunitas di seluruh Indonesia. Terutama menjelang 2021 sebagai The Year of Creative Economy for Sustainable Development. 

Mengisi sesi konferensi, antara lain Menteri Parekraf Wishnutama Kusubandio, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Riau Syamsuar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Dewan Gubernur Bank Indonesia. (MCR). 

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait