Ahad, 4 Zulqaidah 1442 H | 13 Juni 2021
Perlu Percepatan Upaya Strategis & Lebih Efektif Dalam Dorong Ekonomi Riau

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution menyebutkan bahwa kecepatan perekonomian di Provinsi Riau dirasa masih lambat, sehingga dibutuhkan percepatan melalui upaya-upaya yang strategis dan lebih efektif dalam mendorong kinerja perekonomian Riau.

Untuk itu menurutnya, diperlukan adanya sinergi baik antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan dan instansi lainnya agar ekonomi Riau dapat segera pulih.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2021 diharapkan dapat berada pada kisaran angka 1,80 sampai dengan 2,59 persen," ucapnya, dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) Riau Tahun 2020 secara virtual, di Gedung Daerah Balai Serindit, Kamis (3/12/2020).

Wagubri mengungkapkan, sumber peningkatan ekonomi Riau akan didorong terutama oleh peningkatan kinerja investasi dan ekspor. Terutama dengan semakin pulihnya permintaan komoditas utama Riau, seperti bahan bakar nabati untuk biodiesel dan minyak bumi untuk bahan bakar.

Ia menjelaskan, pemberlakuan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang dimaksudkan untuk menciptakan iklim investasi yang baik, diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi di Riau. Khususnya peningkatan pada sisi investasi di sektor riil, serta mendorong investasi di bidang infrastruktur dalam meningkatkan daya saing dan penguatan konektivitas antar daerah.

"Beroperasi tol Dumai-Pekanbaru, yang sangat mungkin akan terintegrasi dengan rencana jaringan ASEAN highway, diperkirakan juga akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Riau," tuturnya.

Wagubri menambahkan, selain hal tersebut, upaya-upaya untuk meningkatkan lifting minyak dan efisiensi cost recovery yang dilaksanakan pemerintah saat ini, diindikasikan akan turut memberikan dorongan yang cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Riau 2021.

Namun demikian, menurutnya, disisi lain produksi minyak di lapangan minyak Riau diperkirakan belum pulih, seiring dengan transisi peralihan blok Rokan kepada Pertamina.

Tentunya akan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi, bahkan dapat membawa laju pertumbuhan ekonomi Riau ke bawah tingkat pertumbuhan yang diharapkan.

"Selain pertumbuhan ekonomi, indikator lain yang perlu dijaga adalah inflasi, karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat," tuturnya.

Ia berharap dengan terkendalinya laju inflasi di tingkat yang stabil dan rendah, diharapkan dapat menopang terjaganya daya beli, konsumsi dan kesejahteraan masyarakat sehingga dapat menopang kinerja pertumbuhan ekonomi nasional. (MCR/IP)

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Launching Penerapan Belanja Langsung Pemerintah Provinsi Riau

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing

Berita Terkait

Belum Ada CJH Riau Tarik Dana Haji

Sabtu, 12 Juni 2021 | 17:01:48 WIB

Bertemu Gubri, Wamen Perdagangan Segera ke Riau

Jumat, 11 Juni 2021 | 19:23:17 WIB

Daftarkan Mulok BMR ke Dapodik, Ini Syaratnya

Jumat, 11 Juni 2021 | 19:18:29 WIB

TMC Solusi Pengendalian Karhutla di Indonesia

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:37:30 WIB